Biasakan Sunnah Agar Terbiasa

Biasakan Sunnah Agar Terbiasa

Biasakan Sunnah Agar Terbiasa

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه>/p>

Afwan mau tanya Ustadz,
Bagaimana saat buka puasa jika kita tidak menyukai kurma karena rasanya yang terlalu manis ? Apa termasuk tidak mengikuti sunnah Ustadz? Mohon penjelasannya.

Jazaakumullaahu khoyron ustadz.

(Disampaikan oleh Fulanah Sahabat BiAS T08 G-62)


Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Jika masalahnya hanya karena tidak suka, bukan karena masalah medis, bukan karena dilarang oleh dokter maka itu masalah yang sederhana. Pepatah bangsa kita menyatakan : Witing Tresno Jalaran Soko Kulino artinya Pohon Cinta itu tumbuh karena kita terbiasa.

Dan betapa banyak manusia di dunia ini awalnya tidak suka sayur dan buah, akan tetapi ia memaksakan dirinya hingga ia pun pada akhirnya sangat menyukai sayur dan buah. Padahal motivasi mereka di dalam melakukannya adalah motivasi dunia.

Pelajarilah sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, tanamkan rasa cinta kita kepadanya. Bacalah manfaat mengkonsumsi kurma, dalil-dalil tentang kurma. Diantara manfaat kurma adalah disamping baik untuk mendapatkan energi yang cukup tatkala kelelahan kurma juga menjadi sebab seseorang terjaga dari gangguan hewan berbisa dan gangguan sihir serta setan, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”.

(HR Bukhari 5769, Muslim : 2047).

Para ulama berbeda pendapat apakah jenis kurma yang memiliki keistimewaan ini hanya khusus kurma Ajwa ataukah semua jenis kurma. Syaikh Ibnu Utsaimin menyatakan ;

كان شيخنا ابن سعدي رحمه الله يرى أن ذلك على سبيل التمثيل ، وأن المقصود التمر مطلقاً

Adalah Syaikh kami Syaikh Ibnu Sa’di semoga Allah merahmati beliau berpendapat bahwa penyebutan kurma Ajwah hanya sebagai contoh, dan bahwa yang dimaksud dalam hadits tadi adalah seluruh jenis kurma.

(Asy-Syarhul Mumti’ : 5/123).

Ini hanya sebagai bentuk motivasi saja, agar kita belajar mencintai hal-hal yang juga dicintai oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Meski demikian seandainya kita tidak berbuka dengan kurma pun juga kita tidak berdosa dan bisa diganti dengan menu lainnya.

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Tambahan faedah klik :
Mengikuti Sunnah Rasulullah

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
📆 Kamis, 26 Sya’ban 1440 H / 2 Mei 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS