FiqihKonsultasi

Berwudhu Dengan Air Yang Bercampur Dengan Kimia

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Berwudhu Dengan Air Yang Bercampur Dengan Kimia

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Berwudhu Dengan Air Yang Bercampur Dengan Kimia, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan izin bertanya Ustad.

Bagaimana hukum berwudhu dengan air PAM (bukan air tanah), dimana air PAM nya sering keruh. kami dapat informasi, air PAM di perumahan kami adalah air yang dibersihkan dari sungai, menggunakan kaporit atau zat kimia lainnya. Bagaimana hukum sholat menghadap hamam. karena hamam terletak di bagian tengah rumah dan arah kiblat menuju hamam (kondisi rumah kecil).

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Tidak mengapa mengunakan air PAM untuk berwudhu karena asal air pam dari sungai dan walaupun dicampur dengan suatu zat yang tidak bisa dipisahkan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-Syafii dalam kitab Al-Umm berikut;

وَإِذَا وَقَعَ فِي الْمَاءِ شَيْءٌ حَلاَلٌ فَغَيَّرَ لَهُ رِيحًا أَوْ طَعْمًا وَلَمْ يَكُنِ الْمَاءُ مُسْتَهْلَكًا فِيهِ فَلاَ بَأْسَ أَنْ يَتَوَضَّأَ بِهِ وَذَلِكَ أَنْ يَقَعَ فِيهِ الْبَانُ أَوْ الْقَطِرَانُ فَيَظْهَرُ رِيحُهُ أَوْ مَا أَشْبَهَهُ

“Apabila pada air jatuh sesuatu yang halal (suci), lalu merubah aroma atau rasanya, dan air itu tidak rusak, maka tidak mengapa berwudu dengannya. Misalnya, ketika kayu jatuh di dalamnya atau terendam sehingga aromanya muncul, atau yang semisalnya”.

 Dan juga Syekh bin Baz pernah ditanya dengan pertanyaan tentang air yang bercampur dengan lumpur atau dedaunan, beliau menjawab:

“Bahwa boleh berwudhu dengan air yang seperti itu, mandi dengannya, minum darinya, karena nama air (secara mutlak) masih tetap melekat padanya. Dengannya air tersebut bersih. Campuran yang berupa tanah atau tetumbuhan tidak sampai menghilangkan makna kesuciannya.”
Majmu Fatawa wa Maqolaat Syekh Bin Baz: 10/17.

Kedua, Boleh in syaa Allah karena rumah keadaan kecil.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fikri Hilabi, S.Ag. حافظه الله

Related Articles

Back to top button
dentoto situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/ slot demo slot pulsa toto slot slot gacor