BERUNTUNGLAH MUSLIM YANG PENYAYANG

BERUNTUNGLAH MUSLIM YANG PENYAYANG

Seorang Muslim Sepatutnya Penuh dengan Kasih Sayang

Allah berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al-Furqon: 63)

Seorang muslim hendaknya memiliki sifat kasih sayang dan menjahui perangai yang buruk yaitu sifat saling membenci diantara kaum muslimin, dan hendaknya ia senantiasa menumbuhkan sifat kasih sayang di segala aspek kehidupannya.

Allah mensifati Nabi dan para sahabatnya adalah orang memiliki sifat rahmah (kasih sayang).

Allah berfirman

 محَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath: 48)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah tatkala menjelaskan ayat ini berkata,

“Makna, {رُحَمَاء بَيْنَهُمْ} mereka adalah orang yang saling mencintai, saling berkasih sayang, saling berlemah lembut seakan-akan mereka satu tubuh, mereka mencitai untuk saudara apa yang dia cintai untuk dirinya, inilah muamalah mereka terhadap manusia.” (Taisirul Karimur Ar-Rahman, hlm. 761)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

 مَنْ لَا يَرْحَمْ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya.” (HR.Muslim)

Abu Hurairah berkata,

أَنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشْرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( إِنَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ)) (رواه مسلم)

“Bahwa Aqra’ bin Habis pernah melihat Nabi sedang mencium Hasan. Dia (Aqra’) lalu berkata: Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak namun aku tidak pernah mencium satupun dari mereka. Kemudian Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَا يَرْحَمْ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

“Orang yang tidak menyayangi manusia tidak akan disayangi Allah.” (HR. Muslim no. 2319)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ

“Hanyalah yang Allah rahmati dari hamba-hamba-Nya adalah orang-orang yang penyayang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi bersabda,

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang–orang yang penyayang itu akan disayang oleh dzat yang Maha Penyayang. Hendaklah kalian sayangi orang yang berada di bumi, maka kalian akan disayangi oleh Dzat yang di atas langit.” (HR. At-Tirmidzi no. 1924, Abu Dawud no. 4290, dan dishahihkan Al-Albani)

Dan datangnya kenikmatan dan jauhnya bahaya dan bencana adalah dari kasih sayang Allah.

Karena itu apabila kita ingin bertambahnya kasih sayang Allah, hendaknya mencari sebab-sebab untuk mendapatkan kasih sayang Allah. Sebab-sebab itu terkumpul dalam firman Allah,

إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya kasih sayang Allåh itu dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf : 56)

Betapa besarnya keberuntungan orang yang penyayang.

Semoga kita termasuk orang-orang  yang penyayang, sehingga mendapatkan kasih sayang Allah…

 

Ditulis Oleh:
Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS