Adab & Akhlak

Berikut Adab Kepada Orang Tua Dan Guru, Beserta Dalilnya

Berikut Adab Kepada Orang Tua Dan Guru, Beserta Dalilnya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan adab kepada orang tua dan guru, beserta dalilnya. Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustadz mau tanya, bagaimana adab seorang anak terhadap guru dan orang tua?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Adab Istimewa Terhadap Guru

Belajar ilmu agama tidaklah sama dengan belajar disiplin ilmu yang lain. Setiap hamba yang kewajibannya mengabdi kepada Sang Penciptanya, dituntut untuk belajar apa-apa yang menjadi fardhu ‘ain bagi dirinya, tidak boleh tidak. Dia harus mempelajari ilmu syar’i yang hukumnya wajib, memahaminya, dan mengamalkannya.

Dan orang yang secara khusus menghabiskan waktu mempelajari dan menelaah ilmu agama, disebut alim. Kelak dia akan menjadi guru bagi generasi penerus selanjutnya.

Dahulu Al-Hasan bin Ali berkata kepada puteranya, “Apabila engkau bermajelis dengan orang-orang yang berilmu maka bersemangatlah untuk mendengar ketimbang berbicara. Belajarlah mendengar yang baik sebagaimana engkau belajar berbicara. Janganlah engkau memutus pembicaraan orang.”

(lihat Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih, 2/148 dalam riwayat lain disebutkan dari Al-Hasan Al-Bashri).

Ajaran Islam Yang Mulia Mengajarkan Etika dan Adab

Bagaimana seharusnya seorang murid bersikap terhadap gurunya. Budi pekerti yang luhur ini senantiasa diajarkan oleh para ulama setiap zaman kepada para penuntut ilmu, bahkan telah tetap arahan dan nasihat dari Nabi yang penuh kasih sayang, di mana beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

Baca Juga:  Cara Menegur Imam Masjid Yang Bacaannya Kacau

لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama”

(HR. Ahmad, no. 22755, dari sahabat ‘Ubadah Bin Shamit dan dishahihkan ahli hadits Al Albani dalam Shahih Al Jami).

Adab Kepada Orang tua, Semasa Hidupnya dan Sepeninggalnya

Ikhwatal Iman Ahabbakumullah, saudara saudariku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla.. Orang tua adalah mutiara dalam kehidupan kita, banyak sekali ayat Al-Quran yang membahas tentang kewajiban bakti pada orang tua.

Dan dengan banyaknya dalil tersebut ada satu hal yang harus digarisbawahi, yakni adab kepada orang tua bukanlah hukum sebab akibat, tetapi perintah langsung dari Allah.

Tidak peduli bagaimana keadaan dan masa lalu orang tua kita, baik atau buruk, tanggung jawab atau tidak, peduli atau cuek, bakti kepada mereka tidak akan gugur.

Jangan dianggap kita wajib berbakti ketika orang tua, sayang saja, ketika orang tua sabar saja, atau ketika sering membelikan hadiah saja, karena memang berbakti pada orang tua bukanlah hukum sebab akibat.

Bahkan Allah telah mengaitkan kewajiban bakti kepada mereka setahap setelah kewajiban utama seorang hamba, yakni mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا

Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah pada kedua orangtua” (QS. An-Nisaa 36)

قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗاۖ

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah pada kedua orang tua.” (QS. Al-An’am 151)

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan berbuat baiklah pada kedua orangtua” (QS. Al-Israa 23)

Dipenghujung surat Al-Israa ayat 23 di atas Allah juga langsung memberikan contoh kasus perihal adab berbicara pada orang tua

إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al-Isra 23)

Ibnu Katsir ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan

أي لا تسمعهما قولا سيئا حتى ولا التأفيف الذي هو أدنى مراتب القول السيئ

“Maksudnya jangan memperdengarkan kepada orang tua perkataan yang buruk. Bahkan sekadar ‘Ah’ yang ini merupakan tingkatan terendah dari perkataan yang buruk” (Tafsir Ibnu Katsir)

Wallahu Alam.

Referensi:

https://bimbinganislam.com/5-adab-istimewa-terhadap-guru/

https://bimbinganislam.com/4-adab-kepada-orang-tua-semasa-hidupnya-dan-sepeninggalnya/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Kamis, 13 Muharram 1443 H/ 11 Agustus 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button