FiqihKonsultasiMuamalah

Berbohong Dalam Akad Jual Beli

Berbohong Dalam Akad Jual Beli

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang berbohong dalam akad jual beli.

selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, izin bertanya.

Saya mahasiswa, punya uang cash 2 juta tapi itu simpanan terakhir yang InsyaAllah rencana akan dipakai untuk membelikan orang tua pakaian baru saat lebaran, tapi qoddarullah HP saya rusak dan harus beli baru. Orang tua ingin membelikan HP baru akan tetapi orang tua akan menggunakan homecredit yang di dalamnya ada denda keterlambatan.

Bolehkah saya membeli HP dengan cash tapi saya bilangnya ke orang tua kalau HP itu kredit? dan saya minta cicilannya ke orang tua?
cicilan yang diminta tidak seperti lembaga tersebut, tetapi sesuai dengan harga HP.

Baca Juga :  Bolehkah Memberi Nafkah Kepada Calon Istri?

Misal harga HP Rp2.350.000,-, saya sudah lunasi HP itu tetapi saya bilang ke orang tua kalau HP tersebut masih kredit dan saya minta cicilan Rp250.000,- x10 bulan ke orang tua.

Mohon bantuan jawabannya, Ustadz. Syukran wa jazaakallaahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulan, sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Usahakan Tidak Berbohong

Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk tidak berbohong, karena kebohongan pada asalnya tidak akan mendatangkan kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda,

وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إلى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إلى النّارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتّى يُكْتَبَ كَذّابًا

“Sungguh kebohongan akan membawa kepada sikap suka bermaksiat, dan kemaksiatan akan membawa kepada neraka. Dan sungguh seseorang senantiasa berbohong sampai dirinya dicatat sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim : 2607).

Katakan saja secara jujur kepada orang tua, anda akan membeli sendiri HP tersebut secara cash, dan mungkin ini adalah kesempatan untuk menjelaskan kepada orang tua bahaya riba. Adapun masalah ingin memberikan hadiah kepada orang tua, cobalah digabung antara beli HP dengan membelikan baju orang tua, beli saja HP yang sesuai dengan kebutuhan, lalu sisanya belikan hadiah untuk orang tua.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 23 Sya’ban 1442 H / 6 April 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

 

Baca Juga :  Dilamar Lelaki Yang Belum Mengenal Sunnah, Harus Bagaimana?

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button