ArtikelIbadah

Begini Cara Makmum Masbuk ‘Takbiratul Ihram’ Ketika Imam Sedang Rukuk!

Begini Cara Makmum Masbuk ‘Takbiratul Ihram’ Ketika Imam Sedang Rukuk!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai cara makmum masbuk ‘takbiratul ihram’ ketika imam sedang rukuk! Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz izin bertanya,

Bagaimana cara makmum masbuk dalam takbiratul ihram ketika mendapati imam sedang rukuk, apakah cukup takbir lalu rukuk atau takbir dilanjutkan dengan SEDEKAP baru kemudian takbir kembali untuk pindah ke posisi rukuk? Jazakallahu khairan.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa alaikumussalam warahmatullah.

Boleh dan cukup Anda takbir sekali dan langsung rukuk, namun meniatkan takbir tersebut sebagai takbiratul ihram.

Disebutkan dalam fatwa Islamqa di bawah bimbingan Syaikh Muhammad Solih al-Munajjid:

وإذا أدركه حال الركوع أجزأته تكبيرة واحدة , وهي تكبيرة الإحرام عن تكبيرة الركوع , روي ذلك عن زيد بن ثابت وابن عمر وسعيد وعطاء والحسن وإبراهيم النخعي , وبه قال الأئمة الأربعة ( أبو حنيفة ومالك والشافعي وأحمد ) . قال أبو داود : ” قلت لأحمد : أُدرك الإمام راكعاً ؟ قال : يجزيك تكبيرة انتهى .

Baca Juga:  Pengantar Fiqih Jual Beli : Hukum, Rukun, dan Syarat

مسائل الإمام أحمد” ( ص 35 ) .

Jika makmum mendapati imam dalam kondisi rukuk, cukup bagi makmum satu takbir saja, yaitu takbiratil ihram yang mencukupi takbir untuk rukuk, pendapat ini diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit dan juga ibnu Umar, Said, Atho’, Hasan al-Bashri dan Ibrohim al-Nakhoiy, ini juga pendapat dari para imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafii & Ahmad). Berkata Abu Dawud: saya bertanya pada Ahmad: Bagaimana saya mendapati imam dalam keadaan rukuk? Beliau menjawab: Cukup bagimu satu takbir saja”. (Masail Imam Ahmad hal:35).

وذلك لأن حال الركوع يضيق عن الجمع بين تكبيرتين في الغالب , ولأنه اجتمع عبادتان من جنس واحد في محل واحد , ونية الركوع لا تنافي نية افتتاح الصلاة , فأجزأ الركن وهي تكبيرة الإحرام عن الواجب وهي تكبيرة الركوع , كطواف الإفاضة يغني عن طواف الوداع إذا جعله آخر شيء .

انظر : “المغني” (2/183) , “القواعدلابن رجب القاعدة الثامنة عشرة ” .

Alasannya kenapa bisa cukup satu takbir saja, karena kondisi rukuk biasanya sempit waktunya untuk melakukan dua takbir (ihram & rukuk), juga karena sejatinya pada kondisi itu terkumpul dua ibadah dengan jenis yang sama (takbir) di tempat yang sama, niat untuk rukuk tidak menafikan niat untuk membuka/memulai solat, maka takbirotul ihram sebagai rukun solat telah mencukupi takbir untuk rukuk sebagai kewajiban dalam solat, seperti halnya dalam masalah haji, towaf ifadhoh bisa mencukupi tawaf wada’ jika hal tersebut dibuat di akhir. (al-Mughni juz2, hal:183. Qawaid Ibni Rajab, kaidah ke 18).

فإن أمكن أن يأتي بتكبيرتين : الأولى للإحرام , والثانية للركوع فهذا أولى , قال أبو داود : ” قلت لأحمد : يكبر مرتين أحب إليك ؟ قال : فإن كبر مرتين فليس فيه اختلاف انتهى .

مسائل الإمام أحمد” ( ص 35 ).

“Jika memungkinkan untuk melakukan dua takbir, pertama takbiratul ihram, kedua takbir rukuk, maka ini lebih utama. Berkata Abu Dawud: “Saya bertanya pada Ahmad: apakah melakukan dua takbir lebih engkau sukai? Beliau menjawab: Jika melakukan dua takbir, maka tidak ada perselisihan ulama tentang keabsahannya”. (Masail Ilam Ahmad hal:35).

Lihat: https://islamqa.info/

Demikian, wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis, 13 Muharram 1443 H/ 11 Agustus 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Hukum Menggunakan Tasbih

Related Articles

Back to top button