Adab & Akhlak

Beberapa Problematika Aktivis Dakwah

Beberapa Problematika Aktivis Dakwah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Beberapa Problematika Aktivis Dakwah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya ustadz

1. Apakah menggibah di belakang sesama aktivis dakwah di perbolehkan? Atau memang harus langsung di sampaikan ke person nya agar tidak terjadi pergibahan di belakang?

2. Apakah jika berdakwah di sisi lain mendapatkan amal dan di sisi lain ingin mendapatkan mukafaah di dalam dunia dakwah diperbolehkan

3. Apakah jika merasa berjasa (tanpa di ungkapkan ke publik) dalam dakwah merupakan perbuatan dosa?

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du. Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

1. Ghibah adalah sesuatu yang terlarang di dalam Islam terlebih jika yang dighibahi adalah aktivis dakwah.

Para penyeru manusia untuk kembali ke jalan Allah ta’ala. Disebutkan di dalam Al Quran :

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS Fushilat : 33).

Jika memang ada masukan, nasihat hendaknya disampaikan secara langsung secara empat mata untuk lebih menjaga keikhlasan pemberi nasihat. Sekaligus membuat orang yang dinasihati lebih mudah menerima nasihat.

Tentu dilakukan dengan tutur kata yang baik santun dan penuh penghargaan terhadap lawan bicara.

Jawaban pertama ini sekaligus menjadi jawaban bagi pertanyaan kedua.

2. Diperkenankan seseorang meniatkan dari aktivitas dakwahnya untuk mendapatkan manfaat dunia selama tujuan dunia ini tidak dijadikan sebagai tujuan utama dan pertama.

Syeikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin menyatakan dalam fatwa beliau :

الدعوة إلى الله تعالى عمل صالح يثيب الله عليه من قام به محتسبا كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: «من دل على خير فله مثل أجر فاعله» ولا ينقص من أجره إذا كان موظفا في سبيل الدعوة وتقاضى مرتبا شهريا ونحوه، وذلك أنه يجعل هذا المرتب مساعدا له على القيام بهذه الوظيفة الشريفة التي هي وظيفة أنبياء الله ورسله

“Dakwah kepada Allah adalah aktivitas mulia yang Allah akan memberikan pahala bagi orang yang melakukannya karena berharap pahala. Sebagaimana yang diucapkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; ‘Barangsiapa menunjukkan jalan kebaikan maka ia mendapatkan pahala setiap orang yang melakukan kebaikan tersebut.’

Dan pahalanya tidak akan berkurang sama sekali jika seseorang menjadi karyawan di jalan dakwah dan mengambil gaji bulanan atau yang semisalnya. Yang demikian karena ia menjadikan gaji ini sebagai pendukung dan penyokong untuk melaksanakan tugas dakwah yang mulia ini yang merupakan tugasnya para nabi dan rasul.”

(Fatawa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin no. 73597 di dalam website islamway).

3. Perasaan merasa paling berjasa di dalam dakwah adalah perasaan ujub yang selayaknya kita berusaha untuk menghilangkannya.

Karena ia bisa mengantarkan seseorang kepada perbuatan riya’/ pamer. Hendaknya kita senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan keikhlasan di dalam ucapan dan perbuatan. Dan tidak membiarkan perasan paling berjasa itu berlama-lama mendekam di dalam hati kita.

Dan sering sering membaca dalil dari Al Quran dan As Sunnah akan tercelanya sifat ujub dan riya’ serta efek buruk berupa siksaan pedih di akhirat kelak.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Selasa, 3 Rabiul Akhir 1443 H/ 9 November 2021 M


Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Ada Apa Di balik Shalawat Al-Fatih?

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button