Artikel

Be My Valentine

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Be My Valentine

Agama kita sangat menekankan perasaan ini bahkan Allah menyebutkan bahwa hamba-hambaNya yang beriman adalah yang punya rasa cinta, dan cinta terbesar hamba yang beriman itu adalah kepada Penciptanya.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan- tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS Al-Baqarah : 165)

Doa Sang Kekasih

Bahkan Rasulullah mengajarkan kita doa agar kita punya rasa cinta, doa yang juga dipanjatkan oleh Nabi Daud alaihissalam:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara doa Nabi Daud adalah:

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dan amal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu.

Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Menimbang Cinta Dengan Syariat

Biar lebih paham, Sobat Hijrah perlu mengetahui penjelasan para ulama kita tentang beragam rasa cinta secara ringkas.

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

1. Cinta Kepada Allah

Ini ibadah hati yang agung, seharusnya menjadi sumber segala rasa cinta kita.

Bahkan perasaan ini harus ada dalam ibadah kita, semua ibadah harus diiringi cinta kepada Allah. Sudah kita sebutkan ayat Al-Quran & hadits Rasulullah tentang hal ini.

2. Cinta Karena Allah

Nah, ini merupakan perpanjangan dari cinta karena Allah. Kita cinta seseorang atau sesuatu karena Allah.

Misalnya: Kita cinta saudara kita sesama muslim karena Allah atau kita cinta dengan al-Quran karena Allah. Cinta karena Allah inilah yang kan menimbulkan manisnya iman.

Nabi Berrsabda ada tiga orang yang akan merasakan manisnya iman, mereka adalah :

Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” (HR Bukhari & Muslim)

Cinta Thabi’i/Manusiawi

Inilah rasa cinta yang Allah tanamkan dalam hati hamba-hamba-Nya, sehingga mereka mencintai pasangan, anak-anak, harta, rumah, kendaraan, alam sekitar, dan semisalnya. Allah berfirman (artinya) :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)

Semuanya manusiawi, boleh-boleh saja. Namun satu hal yang harus dipahami, bahwa cinta ini tidak boleh membuat seseorang melanggar larangan Allah. Misalnya, karena cinta kepada anak & istri seseorang mencari rezeki syubhat dan haram, serta melakukan korupsi.

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Cinta Terlarang

Nah, jenis terakhir ini adalah cinta kepada hal-hal yang dilarang oleh Allah. Cinta kepada perbuatan maksiat atau cinta pada musuh Islam, ini cinta yang terlarang. Allah berfirman (artinya):

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak- bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya.” (QS Al-Mujadilah : 22)

Larangan Untuk Menyerupai Kebiasaan Orang Kafir

Nah Sobat Hijrah, setelah kita paham tentang cinta, kita coba pahami tentang “Valentine Day”.

Jika kita baca informasi di media yang terpercaya, tahulah kita bahwa acara Valentine Day ini bukan budaya Islam, bahkan acara itu dilatarbelakangi budaya orang Nasrani bahkan budaya orang- orang musyrik masa lalu.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah peringatkan kita mengenai hal tersebut. Beliau bersabda:

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)

Larangan Untuk Mendekati Perbuatan Zina

Sobat Hijrah, selain itu acara Valentine Day pun telah dijadikan oleh banyak muda-mudi sebagai hari berzina (naudzubillah). Padahal kita dilarang, bahkan untuk mendekati zina. Allah berfirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra 32)

Menikah, solusi terindah. Sobat Hijrah, islam adalah agama solutif, Islam memahami benar bagaimana karakter manusia dan jalan keluar masalahnya karena Islam turun dari Pencipta manusia. Untuk menyalurkan rasa cinta yang lurus, Islam menghalalkan pernikahan. Allah berfirman (artinya):

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (ber- kawin) dari hamba-hamba sahaya- mu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan me- mampukan mereka dengan kurnia- Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur 32)

Jika menikah pun belum bisa? Jika menikah pun belum mampu dilakukan karena satu & lain hal, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan solusi kepada kita: perbanyak puasa, sampai Allah memudahkan untuk menjalankan sunnah Nabi-Nya ini.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Amrullah A
kadhinta حفظه الله


Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Amrullah Akadhinta klik disini

Baca Juga:  Istiqomah Hati Penting
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button