Keluarga

Banyak Anak, Banyak Pula Tanggung Jawab Mendidik Anak! Apakah Kekhawatiran Itu Dibenarkan?

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Banyak Anak, Banyak Pula Tanggung Jawab Mendidik Anak! Apakah Kekhawatiran Itu Dibenarkan?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan banyak anak, banyak pula tanggung jawab mendidik anak! apakah kekhawatiran itu dibenarkan? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Disebutkan bahwa salah satu ciri wanita yang disukai adalah subur. Bagaimana cara mengetahui kesuburan tersebut, apakah dengan pemeriksaan medis atau lainnya?

Kemudian saya selalu berpikir bahwa semakin banyak anak maka semakin besar pula tanggung jawab saya dalam mendidik anak. Apakah kekhawatiran saya ini dibenarkan atau tidak?

(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)


Jawaban:

Untuk mengetahui wanita subur adalah bisa dengan pemeriksaan medis atau catatan dan fakta bahwa keluarga wanita dari keluarga yang subur (tak ada yang mandul dan semuanya memiliki anak).

Adapun soal memiliki anak yang banyak maka ini adalah anugerah dari Allah Yang Maha Kuasa, bahwa menjadi orang tua itu harus siap lahir dan batin, siapkan ilmu yang mumpuni, siap menjadi orang tua yang optimis.

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Sehingga beban yang ditanggung laksana karunia dan bersyukur dapat berlomba dalam kebaikan dan kebajikan karena memperoleh tambahan kebaikan dan pahala yang sangat banyak.

Sebagaimana analogi bahwa manusia jangan takut untuk memperbanyak amalan shaleh karena takut tidak ikhlas, tapi berlombalah dalam kebaikan, bersemangat sembari memohon petunjuk agar diluruskan niat dan minta pertolongan Allah Ta’ala dalam setiap urusan.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Baca Juga:  Jangan Buru-Buru Cerai Jika Suami Malas Bekerja

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.”

(HR. Muslim, 47 Kitab Al Qodar)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Kamis, 28 Dzulhijjah 1443 H/ 28 Juli 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button