Bagaimanakah Kedudukan Aqidah Dalam Islam?

Bagaimanakah Kedudukan Aqidah Dalam Islam?

Bagaimanakah Kedudukan Aqidah Dalam Islam?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Bagaimanakah kedudukan aqidah dalam islam, selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Afwan Ustadz, Saya sedang belajar buku tauhid jilid 1 dan di dalamnya ada latihan-latihan soal. Saya berusaha mengerjakannya supaya menjadi evaluasi dan agar lebih memahaminya.
Saya ingin bertanya Ustadz, kedudukan aqidah dalam agama Islam itu apa ya Ustadz ?

Syukran wa jazaakallahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T07 G-29)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Aqidah dalam agama Islam sangat penting sekali.
Aqidah yang kita artikan dengan keimanan atau kepercayaan, sangat berperan besar dengan kehidupan seseorang.
Seorang yang percaya dengan hari kiamat dan kebangkitan, pasti perilakunya berbeda dengan orang yang tidak beriman kepadanya.

Kemudian, aqidah yang salah, dapat berakibat fatal dan dapat menjadi penghalang dari diterimanya amal.

Coba kita ambil contoh aqidah qodariyyah, yang mana mereka tidak beriman dengan adanya takdir.
Ibnu Umar, salah seorang sahabat Nabi yang mulia, anak dari khalifah kedua, Umar bin Khatab, berkomentar tentang orang-orang yang beraqidah dengan aqidah qadariyyah ini.

Beliau mengatakan kepada orang yang menceritakan tentang kemunculan kelompok ini di negerinya :

فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ، وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي، وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا، فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللَّهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ

“Apabila kamu bertemu orang-orang tersebut, maka kabarkanlah kepada mereka bahwa saya berlepas diri dari mereka, dan bahwa mereka berlepas diri dariku.
Dan demi Dzat yang mana hamba Allah bersumpah dengan-Nya, kalau seandainya salah seorang dari mereka menafkahkan emas seperti gunung Uhud, niscaya sedekahnya tidak akan diterima hingga mereka beriman kepada takdir baik dan buruk.”
(HR. Muslim no. 8)

 

Wallohu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc حفظه الله
📆 Selasa, 10 Muharram 1441 H/ 10 September 2019 M



Ustadz Ratno, Lc.
Dewan Konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), Alumni Universitas Islam Madinah jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS