Bagaimanakah Cara Mengajarkan Tauhid Kepada Anak bimbingan islam
Bagaimanakah Cara Mengajarkan Tauhid Kepada Anak bimbingan islam

Bagaimanakah Cara Mengajarkan Tauhid Kepada Anak?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana cara mengajarkan tauhid kepada anak?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Mengapa perlu mengajarkan kepada anak tentang Tauhid dan bahaya syirik?
Adakah beberapa contoh “urutan” mendidik anak tentang tauhid ?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Pekanbaru)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Tauhid harus ditanamkan kepada anak semenjak dini, agar ketika dia baligh dia sudah memahami tujuan dia hidup di dunia ini, yaitu untuk mentauhidkan Allah. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
(QS. Az-Zariyat : 56).

Seorang anak harus memahami bahayanya pentingnya tauhid, dan bahayanya kesyirikan. Kalau seandainya kita menanamkan sedari kecil rasa kejujuran kepada anak, maka tauhid jauh lebih penting dari itu, kalau kita ajarkan kepada anak tidak boleh berdusta, maka syirik jauh lebih berbahaya daripada kebohongan. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar”.
(QS. An -Nisa : 48).

Serta diantara nasehat seorang yang sangat sholeh, Lukman, Allah abadikan nasehat indah yang dia berikan kepada anaknya. Diantara nasehat Lukman kepada anaknya adalah tentang tauhid dan selalu menjauhi syirik dengan sejauh-jauhnya. Allah berfirman :

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.”
(QS. Lukman: 13).

Adapun, contoh urutan pembelajaran tauhid seorang anak, ajarkan dulu kepada anak siapa Allah, Allah adalah sang pencipta, hanya Allah pemberi rizki, Allah yang mengatur alam semesta.
Ajarkan asma wa sifat, Allah adalah zat paling sempurna, paling baik, Allah maha pemaaf, Allah marah kalau kita berbuat dosa, dan semisalnya.
Ajarkan tauhid uluhiyyah, kita hanya boleh minta sama Allah, jangan minta kepada sesuatu yang tidak bisa melakukan apapun, dan semisalnya.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Rabu, 11 Jumadal Akhiroh 1441 H / 05 Februari 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini