Bagaimana Potongan Rambut Qaza yang Dilarang Nabi bimbingan islam
Bagaimana Potongan Rambut Qaza yang Dilarang Nabi bimbingan islam

Bagaimana Potongan Rambut Qaza yang Dilarang Nabi?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana potongan rambut qaza yang dilarang Nabi?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan admin serta kita semua dijaga Allah.

Pak Ustadz mau bertanya. Izin, begini pertanyaannya. Pak Ustadz, qaza itu kan potongan rambut yang menggundul sebagian lain, dan membiarkan sebagian lain. Saya ini sempat bingung, apakah potong rambut mirip tamtama TNI atau POLRI itu termasuk qaza? Bagaimana hukumnya ini?

Jazakallahu khayran, Pak Ustadz. Terima Kasih Banyak atas Bantuannya.

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Potongan rambut yang demikian tidak termasuk qaza, insyaAllah.
Definisi qaza’ adalah menghabiskan satu lokasi dan menyisakan panjang lokasi rambut yang lain, dengan selisih panjang yang sangat mencolok sehingga terkesan tidak teratur. Imam ibnu Utsaimin menyatakan :

القزع هو حلق بعض الرأس وترك بعضه ، وهو أنواع
النوع الأول : أن يحلق غير مرتب ، فيحلق من الجانب الأيمن ، ومن الجانب الأيسر ، ومن الناصية ، ومن القفا [أي : يحلق أجزاء متفرقة من الرأس ويترك باقيه
النوع الثاني : أن يحلق وسطه ، ويترك جانبيه
النوع الثالث : أن يحلق جوانبه ويترك وسطه
النوع الرابع : أن يحلق الناصية فقط ويترك الباقي ” انتهى
وقد نهي النبي صلى الله عليه وسلم عن القزع ؛ روى البخاري (5921) ، ومسلم (2120) عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( نَهَى عَنْ الْقَزَعِ ) قيل لنافع : ما القزع ؟ : قال : ( أن يحلق بعض رأس الصبي ويترك بعضه )
وروى الإمام أحمد (5583) عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رَأَى صَبِيًّا قَدْ حُلِقَ بَعْضُ شَعَرِهِ وَتُرِكَ بَعْضُهُ ، فَنَهَى عَنْ ذَلِكَ ، وَقَالَ : ( احْلِقُوا كُلَّهُ أَوْ اتْرُكُوا كُلَّهُ ) صححه الألباني في “سلسلة الأحاديث الصحيحة” (1123
والنهي في هذه الأحاديث الواردة عن القزع ، محمول على الكراهة لا التحريم

“Qaza’ adalah mencukur habis sebagian kepala dan membiarkan yang lain (tidak dicukur), ia ada beberapa bentuk yaitu :

  1. Mencukur dengan tidak teratur, seperti mencukur bagian sisi kanan kepala, sisi samping, bagian depan, dan bagian belakang maknanya mencukur bagian-bagian kepala di sana-sini dan membiaran yang lain.
  2. Mencukur habis bagian tengah kepala dan membiarkan sisi-sisinya
  3. Mencukur sisi-sisi kepala dan membiarkan yang tengah (model punk)
  4. Mencukur kepala bagian depan saja dan membiarkan bagian yang lain.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari perbuatan qoza’ sebagaimana yang disebut dalam hadits :

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari Qaza’. Dikatakan kepada Nafi’ apa itu Qaza’?
beliau menjawab menggundul sebagian kepala anak dan membiarkan sebagian yang lainnya.
(HR Bukhari : 5921, Muslim : 2120).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahuma bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak digundul sebagian rambut kepalanya dan dibiarkan sebagian rambut yang lain, beliau lantas melarang hal tersebut, beliau bersabda ; Cukur habislah semuanya atau biarkan saja semuanya.
(HR Ahmad : 5583 dishahihkan oleh Al-ALbani dalam Silsilah Ash-Shahihah : 1123).
(Asy-Syarhul Mumti’ : 1/167)

Makna larangan Qaza’ di dalam hadits ini adalah makruh bukan haram. Imam An-Nawawi menyatakan :
“Qaza’ itu makruh hukumnya yaitu mencukur gundul sebagian kepala dan membiarkan sebagian yang lainnya berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma dalam dua kitab shahih (Bukhari-Muslim) bahwa nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaran dari Qaza’.”

Berdasarkan hal ini maka jenis potongan rambut yang ditanyakan oleh penanya tidak termasuk qaza’ karena ia tidak mencukur habis akan tetapi mencukur semua rambut kepala dengan sedikit perbedaan panjang rambut yang ada. Kecuali jika model cukurannya sampai habis dan membiarkan sama sekali bagian rambut yang lain. Ini hukumnya makruh, sebagaimana penjelasan Syaikh.

Dan hukum makruh ini bisa menjadi haram jika dilakukan oleh seseorang dengan niat menyerupai perilaku orang-orang kafir. Karena Tasyabbuh bil kuffar menyerupai orang kafir haram hukumnya.

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Sabtu, 28 Syawwal 1441 H/ 20 Juni 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini