Bagaimana Menyikapi Mertua Ketika Meminta Keturunan?

Bagaimana Menyikapi Mertua Ketika Meminta Keturunan?

Bagaimana Menyikapi Mertua Ketika Meminta Keturunan?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, qodarullah pernikahan kami belum dikaruniakan anak. Bagaimana menyikapi mertua dan saudara ipar yang selalu memojokkan dan menyalahkan saya mengenai belum punya anak, Ustadz?

Hingga mereka menyarankan memperbanyak istri saja untuk suami saya. Mohon nasehatnya, Ustadz?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disusun Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Allahul musta’an.
◈ Yang pertama, itu menunjukkan mereka tidak memahami aqidah dengan baik dan benar. Siapa yang mengharuskan dan mewajibkan setiap wanita harus memiliki anak? Allah ta’ala berfirman:

لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ (49) أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (50

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.

Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
(QS Asy Syura : 49-50).

Itu adalah perkara yang menjadi hak prerogatif Allah ta’ala tak ada daya dan upaya dari manusia untuk ikut campur ke dalamnya. Dan setiap keputusan Allah pasti membawa hikmah besar serta manfaat bagi seluruh makhluknya. Hendaknya mereka bertaubat dan berhenti dari perilaku tersebut serta meminta maaf.

◈ Kedua; untuk si penanya kami hanya bisa menganjurkan untuk terus bersabar dan bersabar, barangkali demikianlah cara Allah untuk mendewasakan kita.

Memberikan ujian, kesulitan, kesusahan untuk mengangkat derajat kita kelak di akhirat, Allah ta’ala berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS Al-Baqarah : 155).

◈ Yang ketiga; Mengenai terapi untuk memperoleh keturunan, Syaikh Wahid Abdusalam Bali pernah menjelaskan caranya, yang kurang lebih seperti ini :

◣ Terapi Kemandulan

1. Rekam ayat-ayat ruqyah pada kaset kemudian dengarkan dengan baik tiga kali sehari.

Contoh ayat-ayat ruqyah yang bisa disimak :
https://www.youtube.com/watch?v=brplsZK-ajo

2. Bacalah surat Ash-Shafat di waktu pagi hari, atau dengarkan bacaan surat tersebut di waktu pagi (membaca -pent).

3. Bacalah surat Al-Ma’arij ketika hendak tidur atau mendengarkannya.

4. Ambillah minyak Habbatus Sauda’ (lebih baik yang habasyah, karena cenderung lebih murni -pent).

Kemudian bacakanlah Al-Fatihah, Ayat Kursi, tiga ayat terakhir surat Al-Baqarah, dan Penutup surat Ali Imran, Falaq, Nas.

Simpan minyak ini kemudian oleskan pada dada, jidat dan juga tulang punggung sebelum beranjak tidur (mulai dari tulang belakang ke atas menuju tulang leher belakang -pent).

5. Ambil madu murni (disarankan beli di toko herbal jangan apotik, karena lebih amanah, -pent). Kemudian bacakanlah dengan bacaan yang tadi dibaca pada Habbatussauda’.

Minumlah madu tersebut setiap hari satu sendok makan.

Lakukan terapi ini selama beberapa bulan dengan tetap menjaga dan melaksanakan dengan baik perintah-perintah Allah ta’ala. Agar ia menjadi hamba Allah yang beriman, shadiq/jujur, karena kriteria orang seperti inilah yang akan disembuhkan melalui Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra’ : 82).

Allah ta’ala dalam ayat ini hanya mengkhususkan orang beriman dan bukan yang lainnya. Dan telah disembuhkan kondisi-kondisi dari jenis ini dengan keutamaan dari Allah ta’ala.
______
(Lihat kitab Ash-Shorimul Battar Fi Tashadda ‘Alas Saharatil Asyrar : 189 karya Syaikh Wahid Abdussalam Bali).

◈ Yang keempat; diantara faktor yang sangat membantu seseorang mendapatkan keturunan adalah dengan memperbanyak beristighfar, meminta ampun kepada Allah ta’ala. Allah berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”
(QS. Nuh : 10-12).

Dan makna istighfar yang dimaksud dalam ayat tersebut di atas adalah sebagaimana kata Imam Al-Qurthubi:

قوله تعالى { ‏فقلت استغفروا ربكم‏ }‏ أي : سلوه المغفرة من ذنوبكم السالفة بإخلاص الإيمان ‏.‏ ‏{‏ إنه كان غفاراً ‏}‏ أي : لم يزل كذلك لمن أناب إليه ‏.‏ وهذا منه ترغيب في التوبة‏ .‏

“Firman Allah ta’ala (Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’), maknanya adalah mintalah pengampunan dari dosa-dosa kalian yang telah lalu dengan penuh keikhlasan dan keimanan.

(Sesunggunya Allah Maha Pengampun) maknanya Allah senantiasa Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang kembali kepadanya. Dan ini sekaligus menjadi motivasi untuk senantiasa bertaubat.

Yang kedua cara kita beristighfar yang baik adalah dengan membaca redaksi istighfar yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara lafadz istighfar tersebut ialah:

a. Bunyi sayyidul Istighfar (penghulu/pemimpinnya bacaan istighfar):

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA’TU ABÛU LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛU BIDZANBII FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA

(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).

b. Atau dengan membaca lafadz istighfar lain yang lebih pendek:

أستغفر الله العظيم

Astaghfirullahal Azdim (Aku mohon ampun kepada Allah Dzat Yang Maha Agung) dibaca sebanyak-banyaknya setiap hari. Disebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan istighfar seratus kali sehari.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Referensi :
https://bimbinganislam.com/berdo-a-di-suatu-masjid-agar-dikaruniai-keturunan/

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 21 Rajab 1440 H / 28 Maret 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS