KeluargaKonsultasi

Bagaimana Jika Orang Tua Melarang Memelihara Jenggot?

Bagaimana Jika Orang Tua Melarang Memelihara Jenggot?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana jika orang tua melarang memelihara jenggot?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Nabi Muhammad memerintahkan memanjangkan jenggot, dan memerintahkan berbakti kepada orang tua. Lalu bagaimana apabila orangtua melarang memanjangkan jenggot?
Jazakumullahu khair

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Seorang muslim diperintahkan untuk mentaati Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ia juga diperintahkan oleh Allah untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Namun tatkala orang tua memerintahkan satu hal yang dilarang oleh Allah dan rasul Nya maka ia harus lebih mendahulukan perintah Allah dan rasul Nya. Allah ta’ala menyatakan :

Baca Juga :  Hukum Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Dalam Islam

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS Luqman : 15).

Akan tetapi Allah menegaskan meski kita dilarang mentaati orang tua ketika mereka memerintahkan kemaksiatan, namun Allah juga memerintahkan untuk tetap berbuat baik kepada mereka.

Tolaklah permintaan orang tua dengan santun jelaskan dengan ilmu, berbicaralah dari hati ke hati agar mereka berkenan menerima alasan kita dan doakan kebaikan serta hidayah bagi kedua orang tua kita.

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 16 Rabiul Awwal 1442 H/ 02 November 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Fidyah atau Qodho Puasa Untuk Ibu Hamil?

USTADZ ABUL ASWAD AL BAYATI, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button