Bagaimana Hukumnya Sholat Dengan Imam Akhwat yang Posisinya di Depan Makmum?

Bagaimana Hukumnya Sholat Dengan Imam Akhwat yang Posisinya di Depan Makmum?

Bagaimana Hukumnya Sholat Dengan Imam Akhwat yang Posisinya di Depan Makmum?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Afwan Ustadz,

Bagaimana hukumnya jika saat akhwat shalat berjamaah tetapi posisi imam akhwatnya berada di depan makmum, tidak sejajar makmum. Apakah shalatnya sah? Jazaakallahu khayron

(Disampaikan oleh Fulanah Sahabat BiAS)


Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillaah

Yang pertama posisi wanita jika ia menjadi imam tatkala shalat berjamaah bersama jamaah wanita adalah berdiri di tengah-tengah shaf sejajar dengan makmum berdasarkan riwayat sebagai berikut :

نفية أن عائشة أمتهن وقامت بينهن في صلاة مكتوبة

“Dari Raithah Al-Hanafiyyah bahwasanya Aisyah mengimami para wanita dan beliau berdiri diantara mereka dalam shalat fardhu.”
(Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al-Mushannaf : 3/141, dan Al-Baihaqi di dalam As-Sunan Al-Kubra : 3/131, dishahihkan oleh Imam An-Nawawi di Al-Majmu : 4/199)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan :

 إذا صلى النساء جماعة فإن إمامتهن تقف وسطهن ، لأن ذلك أستر ، والمرأة مطلوب منها الستر بقدر المستطاع ، ومن المعلوم أن وقوف المرأة بين النساء أستر من كونها تقف بين أيديهن ، والحجة في ذلك ما روي عن عائشة وأم سلمة  رضي الله عنهما : ( أنهما إذا أمّتا النساء وقفتا في صفِّهن ) ، وهذا فعل صحابية ، والأصح أنه حجة لما لم يخالفه نصّ

“Apabila para wanita melaksanakan shalat jamaah maka imam-nya berdiri di tengah shaf. Karena yang demikian itu lebih menutupi, dan wanita itu dituntut untuk menutup diri sesuai kemampuan.

Dan sudah diketahui bersama bahwa berdirinya seorang wanita di tengah-tengah barisan wanita itu lebih menutupi dari pada jika ia berdiri di bagian depan. Dalil akan hal itu adalah apa yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu anhuma (Bahwasanya beliau berdua jika mengimami shalat para wanita, beliau berdiri di tengah shaf mereka).

Ini adalah perbuatan sahabat, pendapat yang benar perbuatan sahabat itu menjadi hujjah selama tidak menyelisihi dalil.”
(Asy-Syarhul Mumti’ : 4/387)

Yang kedua, para ulama menyatakan bahwa posisi tersebut hukumnya sunnah saja.

Itu artinya seandainya ada imam wanita yang memposisikan dirinya di depan shaf, maka shalatnya tetap sah. Imam Ibnu Qudamah menyatakan :

كذلك سنّ لإمامة النساء القيام وسطهن في كل حال ، لأنهن عورات

“Demikian pula DISUNNAHKAN pada kasus ke-imaman wanita untuk berdiri di bagian tengah jamaah dalam kondisi apapun, karena para wanita itu adalah aurat.”
(Al-Mughni : 1/347).

Hal serupa dinyatakan oleh Imam An-Nawawi, beliau berkata :

السنة أن تقف إمامة النساء وسطهن ، لما روي أن عائشة وأم سلمة أمّتا نساءً فقامتا وسطهنّ

YANG SUNNAH adalah imam wanita berdiri di bagian tengah, berdasarkan apa yang diriwayatkan bahwasanya Aisyah dan Ummu Salamah pernah mengimami para wanita dan berdiri di bagian tengah-tengah shaf.”
(Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab : 4/192).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Senin, 19 Dzulqodah 1440 H / 22 Juli 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS