Bagaimana Hukum Wanita Memakai Parfum yang Aromanya Tidak Kuat?

Bagaimana Hukum Wanita Memakai Parfum yang Aromanya Tidak Kuat?

Bagaimana Hukum Wanita Memakai Parfum yang Aromanya Tidak Kuat?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki tuturkata mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana hukum wanita memakai parfum yang aromanya tidak kuat?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata’ala.

Apakah boleh perempuan menggunakan body mist untuk mengurangi bau badan yang mengganggu?

Tanya Jawab Mahad Bimbingan Islam 1441 H
(Disampaikan Oleh Fulanah – Santri Mahad BIAS 1441 H)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal Ikhwan wal Akhwat Baarakallah Fiikum Jami’an

Larangan Memakai Parfum Bagi Wanita

Ingatlah bahwa Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita adalah aurot, jika ia keluar (dari rumahnya) maka syaitanpun mengintainya”
(Hadits shahih.  HR. Tirmidzi, no. 1173).

Penjelasan hadits di atas mengisyaratkan bahwa syaitan itu akan mengintai setiap wanita yang keluar dari rumahnya untuk menghiasinya di pandangan para lelaki yang berpenyakit di dalam hatinya untuk menggoda mereka.
Atau maksudnya adalah wanita diintai oleh syaitan-syaitan manusia yang siap untuk menggodanya.
(lihat pembahasannya dalam Faidul Qodiir 6/266).

Karenanya ajaran Islan yang mulia melarang wanita keluar rumah dengan menggunakan minyak wangi atau parfum yang tercium oleh para lelaki karena menjadikan para lelaki semakin tergoda terhadapnya dan bisa tergerak syahwat mereka.
Hal ini tentu untuk menjaga kemuliaan sang wanita agar tidak menjadi korban dan santapan para lelaki hidung belang dan untuk menghindari jalan-jalan yang mengantarkan kepada zina dan kerusakan.
Dari sahabat mulia Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu ‘anhu menjelaskan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ، فَمَرَّتْ بِقَوْمٍ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Wanita mana saja yang memakai minyak wangi lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka ia adalah wanita pezina”
(Hadits shahih. HR. Ahmad, no. 19711, dan At-Tirmidzi, no. 2786).

Dan adapun produk semacam body mist atau apapun nama produk dan merek yang dipakai selama mengeluarkan wangi parfum bagi wanita maka hal ini dapat menggerakan syahwat, jadi hal ini tidak boleh & terlarang, sedangkan Agama Islam datang untuk mencegah segala bentuk bahaya dan kerusakan.

Oleh  karena itu, di antara hikmah tatkala seseorang sedang berihram dilarang untuk menggunakan parfum karena bisa menggerakan syahwat.
Adapun Larangan bagi wanita menggunakan parfum tatkala keluar rumah bahkan dijelaskan oleh para ulama juga mencakup jika sang wanita hendak pergi ke masjid, maka tentu lebih terlarang lagi jika sang wanita pergi ke kantor, pasar, kampus, sekolah, atau mall.

Kondisi Dimana Wanita Boleh Memakai Parfum

Namun ada kondisi-kondisi tertentu bagi seorang wanita  boleh menggunakan parfum. Misalkan;

Jika parfum tersebut ia pakai hanya di rumah saja, apalagi untuk berhias di hadapan suami, maka tentu ini adalah perkara yang sangat dianjurkan oleh syari’at.

Persoalan lain, Jika seorang wanita menggunakan parfum yang wanginya tidak sampai keluar dari tubuhnya sehingga tidak bisa dicium aromanya oleh orang lain.
contohnya seperti parfum yang aromanya tidak kuat, seperti yang fungsinya untuk menghilangkan bau keringat atau yang bau badan secara khusus. Karena larangan wanita keluar rumah dengan menggunakan minyak wangi adalah larangan yang ber’illah (memiliki sebab), jika sebabnya hilang maka hilang pula larangannya.
Sebagaimana dalam kaidah,

الْحُكْمُ يَدُوْرُ مَعَ عِلَّتِهِ وُجُوْدًا وَعَدَمًا

“Hukum itu berlaku berdasarkan sebabnya, jika sebabnya ada maka berlakulah hukum tersebut, dan jika sebabnya hilang maka hilang pula hukumnya”.

Maka jenis parfum bagi wanita yang sifatnya seperti ini (menghilangkan bau saja dan tidak berbau semerbak) diperbolehkan menurut pendapat yang paling kuat.

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 H/ 15 November 2019 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )