Bagaimana Cara Makan Kismis Sesuai Sunnah?

Bagaimana Cara Makan Kismis Sesuai Sunnah?

Bagaimana Cara Makan Kismis Sesuai Sunnah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang berakhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang bagaimana cara makan kismis sesuai sunnah.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam Lindungan dan rahmat Allaah Ta’ala. Aamiin yaa Robbal alamiin.

Apa benar ada cara mengkonsumsi kismis sesuai sunnah seperti di bawah ini ?
Dalam Islam untuk memakan kismis sebaiknya dengan cara sebagai berikut :

1. Menghadap kiblat
2. Baca bismillah dan bershalawat
3. Baca do’a penerang hati
4. Selanjutnya masukkan kismis ke dalam mulut dan kemam, jangan dikunyah.
5. makan sebiji demi sebiji hingga habis 21 biji.

Demikian adab makan kismis untuk mendapatkan hasil yang baik dan bisa menguatkan ingatan kita dan menguatkan hafalan kita.

Jazaakallaahu khairan

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T08 G-46)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Ayyuhal akhwat baarakallah fikunna.

Dalam Islam untuk memakan kismis sebaiknya dengan cara sebagai berikut (kita jawab) :

1. Tidak ada dalil khusus, artinya bebas menghadap mana saja.

2. Membaca bismillah wajib menurut pendapat yang kuat.
Dan tidak perlu membaca shalawat, karena Rasulullah menyuruh membaca tasmiyah (Bismillah) saja dan tidak besholawat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah).
Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)”
(HR. Abu Dawud, no. 3767, at-Tirmidzi, no. 1858, Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil, no. 1965.

3. Ya, yaitu Tasmiyah (Bismillah), Karena doa juga bagian dari dzikir dan dzikir menerangi hati.

4. Maka amalan ini (dikemam sampai 21 biji kismis) tidak ada dalil secara khusus dalam hal ini. Artinya bebas mau dikunyah atau dikemam dan jumlahnya bebas terserah dan tidak berlebihan melampaui batas.

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Selasa, 23 Muharram 1441 H / 24 September 2019



Ustadz Fadly Gugul حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS