KonsultasiUmum

Bagaimana Agar Tidak Tergesa-gesa Dalam Semua Hal?

Bagaimana Agar Tidak Tergesa-gesa Dalam Semua Hal? 

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, bagaimana cara mengatasi supaya tidak bersikap terburu-buru dalam semua hal, baik itu dalam beribadah maupun dalam pekerjaan? Dan bagaimana caranya
supaya memiliki semangat yang stabil ?

(Disampaikan Oleh Witri Yuliana, Sahabat BiAS T09 G-04)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

1. Dengan sering berdzikir dan berdoa memohon kepada Allah ta’ala agar dihindarkan dari sifat ketergesa-gesaan.

Allah ta’ala berfirman:

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖوَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat *tergesa-gesa.” (QS Al-Isra’ : 11).

Baca Juga :  Sang Istri Ditinggal Sang Suami Selama Tiga Bulan

Karena hakikat dari sifat ketergesa-gesaan adalah karena intervensi syaithan, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

التأني من الله، والعجلة من الشيطان

Ketenangan itu dari Allah, sedangkan ketergesa-gesaan itu dari syaithan.”

(HR Baihaqi dalam Sunanul Kubra : 10/104 dihasankan oleh Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 3011).

2. Membiasakan diri bermusyawarah dengan orang-orang yang berkaitan dengan rencana yang akan kita laksanakan.

Yang demikian untuk menerima masukan, koreksian, usulan membangun yang akan membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan penuh perhitungan. Allah ta’ala berfirman:

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.”

(QS Asy-Syura : 38).

3. Hendaknya kita menyadari efek buruk serta resiko yang harus ditanggung dari sikap ketergesa-gesaan.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يزَالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَم يدعُ بإِثمٍ، أَوْ قَطِيعةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتعْجِلْ

Seorang hamba senantiasa diijabahi doanya selama ia tidak berdoa dengan dosa atau selama tidak memutus silaturahim selama ia tidak tergesa-gesa.”

(HR Muslim : 2735).

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 11 Rajab 1440 H / 18 Maret 2019 M

Baca Juga :  Apa Boleh Bohong Agar Teman Tidak Menyontek? 

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button