Baca Alquran di HP Saat Haid, Apa boleh?

Baca Alquran di HP Saat Haid, Apa boleh?

Baca Alquran di HP Saat Haid, Apa boleh?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang baca alquran di HP saat haid, apa boleh?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah selalu menjaga ustadz dan bimbingan islam sekalian.
Mau tanya ustadz, kalau perempuan lagi haid baca alquran lewat app di HP / smartphone itu boleh atau tidak?
Kemudian apakah pahalanya sama ketika kita baca alquran dari aplikasi dan baca alquran secara langsung pakai mushaf?
jazakallahu khairan ustadz

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Klaten)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Bolehkah Wanita Haid Baca Alquran Tanpa Menyentuh Mushaf?

Pertama, para ulama berselisih pendapat apakah boleh bagi wanita haidh membaca alquran atau tidak tanpa menyentuh mushaf?

namun yang difatwakan oleh banyak ulama kontemporer sekarang adalah bolehnya bagi wanita yang sedang haid membaca alquran.
Karena tidak ada larangan untuk wanita haid membaca alquran. Kemudian haid bukan seperti junub, karena waktu haid itu panjang, dan junub bisa saja diangkat dalam waktu singkat.

Sehingga boleh bagi wanita membaca alquran tanpa menyentuh mushaf, dan Alhamdulillah sekarang bisa digantikan dengan aplikasi hp, dan hp bukanlah mushaf.

Pahalanya Besar Mana? Baca Dari Mushaf atau Dari Hafalan?

kedua, Para ulama tidak membedakan antara membaca al quran lewat hp atau lewat mushaf.

Namun yang menjadi pembahasan ulama adalah mana yang lebih afdhol membaca alquran dengan hafalan atau membacanya dengan melihat, baik lewat mushaf atau lewat aplikasi.
Imam Nawawi berkata:

الْقِرَاءَةُ فِي الْمُصْحَفِ أَفْضَلُ مِنْ الْقِرَاءَةِ عَنْ ظَهْرِ الْقَلْبِ لِأَنَّهَا تَجْمَعُ الْقِرَاءَةَ وَالنَّظَرَ فِي الْمُصْحَفِ وَهُوَ عِبَادَةٌ أُخْرَى كَذَا قَالَهُ الْقَاضِي حُسَيْنٌ وَغَيْرُهُ مِنْ أَصْحَابِنَا وَنَصَّ عَلَيْهِ جَمَاعَاتٌ مِنْ السَّلَفِ وَلَمْ أَرَ فِيهِ خِلَافًا وَلَعَلَّهُمْ أَرَادُوا بِذَلِكَ فِي حَقِّ مَنْ يَسْتَوِي خُشُوعُهُ وَحُضُورُ قَلْبِهِ فِي الْحَالَيْنِ فَأَمَّا مَنْ يَزِيدُ خُشُوعُهُ وَحُضُورُ قَلْبِهِ وَتَدَبُّرُهُ فِي الْقِرَاءَةِ عن ظهر القلب وهى أَفْضَلُ فِي حَقِّهِ

“Membaca lewat mushaf lebih utama daripada membaca lewat hafalan, karena menggabungkan antara membaca dan melihat mushaf, dan itu (Melihat mushaf) merupakan ibadah lainnya.
Begitulah pendapat Al-qadhi  Husein dan selainnya dari ulama madzhab kami (Syafi’iyyah), begitu juga dijelaskan oleh banyak salaf, dan kami tidak melihat adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini.

Mungkin yang mereka maksudkan dalam hal ini adalah orang – orang yang sama saja kekhusyuannya dalam hal tersebut, adapun orang yang bertambah khusyu’ dan tadabburnya ketika membaca lewat hafalan, maka itu lebih afdhol bagi dirinya.”
(Al-majmu’ : 2/166)

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 17 Shafar 1441 H / 15 Oktober 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS