https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://vivigrumes.it/ https://fayonthereds.com/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://hotel-charmilles.com/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Ayah Buat Surat Pernyataan Agar Anak Tidak Ambil Waris Ortunya | BiAS
KonsultasiWaris

Ayah Buat Surat Pernyataan Agar Anak Tidak Ambil Waris Ortunya

Ayah Buat Surat Pernyataan Agar Anak Tidak Ambil Warisan Ortunya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Ayah Buat Surat Pernyataan Agar Anak Tidak Ambil Warisan Ortunya, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya ada kasus soal waris ustadz, Saya punya ayah. Pada waktu masih hidup membuat surat pernyataan untuk tidak mengambil bagian dari harta waris orang tuanya (nenek saya)

Kemudian ayah saya meninggal. Apakah anaknya masih bisa mendapat bagian harta waris yang merupakan jatah ayah saya tersebut atau tidak?

جزاك اللهُ خيراً

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Random Ad Display

Jika seseorang telah menyatakan dengan surat perrnyataan untuk menggugurkan hak yang pada asalnya miliknya maka secara hukum positif dan syariah adalah sah dan berlaku mengikat.

Walaupun di dalam proses yang dilakukan ada yang tidak benar, jika pernyataan tersebut dilakukan sebelum adanya kejelasan hak yang di milikinya.

Misal, ketika sang ayah telah mengetahui bagian kepemilikannya, misal ½ dari sebuah rumah, kemudian setelahnya ia menyerahkan kepada pihak keluarga untuk di bagi kembali, maka ini yang dibenarkan.

Sekali lagi, walaupun proses yang di lakukan ada yang kurang tepat, namun dengan adanya bukti pernyataan pengguguran hak tanpa ada paksaan dari pihak manapun maka ahli waris sebaiknya tidak mempermasalahkannya.

Berharap dengan niatan untuk menjaga keharmonisan keluarga besar yang lain, disamping keinginan ayah untuk memberikan hak nya kepada keluarga semoga Allah memberikan ganti yang baik dan lebih barokah kepada ahli warisnya.

Sebagaimana firman Allah ta`ala,

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa ayat 114)

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Artikel Terkait

Back to top button