Apakah Was – Was Membatalkan Shalat?

Apakah Was – Was Membatalkan Shalat?

Apakah Was – Was Membatalkan Shalat?

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Tanya ustadz.

Semoga Allah senantiasa menolong dan memudahkan urusan kita serta menjaga kita untuk senantiasa istiqomah di atas islam dan sunnah.

Ketika shalat datang was-was seperti ini: Tadi motor sudah saya kunci apa belum ya, dan was-was tidak hilang sebelum meraba kantong mencari keberadaan kunci. Bagaimana dengan shalatnya apakah batal ?
Jazaakallahu khairan

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Disampaikan oleh Samingun Admin BIAS N04)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Semoga Allah senantiasa menolong dan memudahkan urusan kita serta menjaga kita untuk senantiasa Istiqomah di atas Islam dan Sunnah.

آمين آمين يا رب العالمين

Ketika shalat datang was-was seperti ini: tadi motor sudah saya kunci apa belum ya, dan was-was tidak hilang sebelum meraba kantong mencari keberadaan kunci. Bagaimana dengan shalatnya apakah batal ?

[Kejadian Itu Sudah Dikabarkan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam]

Imam Al-Bukhari (no 608) dan Imam Muslim (no 1535) dalam shahih keduanya meriwayatkan sebuah hadits.

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ، وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ المَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Ketika adzan berkumandang, setan-setan berlarian, seraya mengeluarkan kentut. sehingga mereka tidak mendengar adzan tersebut.

Ketika adzan telah selesai, mereka kembali lagi.

Daat iqamat dikumandangkan mereka berlari lagi untuk sembunyi

Setelah iqamat selesai, mereka kembali lagi,

Membisiki manusia : ‘Ingatlah permasalahan ini, ingatlah permasalahan itu, kenapa engkau tidak mengingat itu…’

Sehingga seorang tidak tahu, sudah berapa rakaat ia telah shalat ”
-selesai penukilan-

[Gerakan Yang Tidak Disyariatkan Dalam Shalat, Jika Sedikit Tidak Membatalkan Shalat]

Gerakan sedikit tidak membatalkan shalat,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: اسْتَفْتَحْتُ الْبَابَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي تَطَوُّعًا وَالْبَابُ عَلَى الْقِبْلَةِ فَمَشَى عَنْ يَمِينِهِ أَوْ عَنْ يَسَارِهِ، فَفَتَحَ الْبَابَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مُصَلَّاهُ

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha :

Aku pernah mengetuk pintu, ketika itu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sedang shalat sunnah,
dan ketika itu, pintunya berada diarah kiblat, maka beliau berjalan dari arah kanan atau kiri pintu tersebut, lalu membuka pintunya, dan setelah itu beliau kembali ketempat shalatnya.”
(HR. An-Nasai : 1206 dan yang lainnya, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Dari sini, meraba kunci untuk memastikan dan agar shalat bisa lebih khusyu’ tidak membatalkan shalat.

Dan masuk dalam pembahasan tidak membatalkan shalat, mematikan HP yang berdering ketika shalat.

Karena HP yang berdering akan mengganggu kekhusyuan para jamaah.

Wallohu A’lam
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Team Tanya Jawab Bimbingan Islam
📆 Selasa, 14 Jumadal Akhir 1440H / 19 Februari 2019M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS