Fiqih

Apakah Puasa Arafah Di Hari Di Mana Manusia Berkumpul Di Arafah atau Sesuai Ru’yah Hilal Masing-Masing Negeri?

Apakah Puasa Arafah Di Hari Di Mana Manusia Berkumpul Di Arafah atau Sesuai Ru’yah Hilal Masing-Masing Negeri?

Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah

Alhamdulillah sholawat & salam semoga tercurah kepada Rasulullah, amma ba’du:

Ini adalah permasalahan ijtihadiyah (perbedaan pendapat -pent). Ada 2 pendapat:

Pendapat pertama, hari Arafah adalah hari di mana jamaah haji berwukuf di Arafah dan orang lainnya mengikuti mereka dalam penentuan hari Arafah ini. Di antara yang menguatkan pendapat ini: Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia, Komisi Fatwa Mesir dan lain-lain.

Pendapat kedua, hari Arafah adalah hari 9 Dzulhijjah baik itu bersamaan dengan wukufnya jamaah haji di Arafah atau tidak. Setiap negeri punya ru’yahnya masing-masing. Di antara yang berpendapat seperti ini adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dan yang lainnya rahimahumullah.

Baca Juga:  Dzikir Suara Keras Atau Dzikir Suara Pelan?

Aku katakan:

Permasalahan ini terkait dengan perbedaan mathla’ (tempat terbitnya hilal). Yang nampak lebih tepat menurutku bahwa keutamaan berpuasa Arafah sesuai dengan Ru’yah masing-masing negeri dengan beberapa alasan:

1. Menjaga persatuan kaum muslimin dalam satu negeri sesuai kemampuan.

2. Puasa Arafah ini sepertinya hari raya, puasa dan Idul Fitri. Puasa adalah hari di mana manusia berpuasa dan berbuka adalah hari di mana manusia berbuka.

3. Seandainya ada penduduk negeri yang merayakan Idul Adha di hari jamaah haji wukuf di Arafah, maka penduduk negeri itu haram puasa di hari itu.

Penutup:

Seandainya hari wukuf Arafah adalah hari ke-8 di suatu negeri, maka mereka bisa berpuasa di hari tersebut karena hari tersebut masih 9 hari awal Dzulhijjah dan bertepatan dengan wukufnya jamaah haji serta termasuk amal salih yang bisa dilakukan di hari-hari tersebut. Kemudian mereka pun berpuasa lagi di hari setelahnya yaitu hari ke-9 menurut hitungan mereka. Wallahu a’lam.

Baca Juga:  Aqiqoh Untuk Anak Yang Sudah Meninggal

===

Follow akun telegram & instagram Syaikh Prof. Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id

Diterjemahkan: Ustadz Amrullah Akadhinta

Ustadz Amrullah Akadhinta ST

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button