Apakah Pelaku Dosa Besar Bisa Terbebas Dari Neraka & Siksa Kubur?

Apakah Pelaku Dosa Besar Bisa Terbebas Dari Neraka & Siksa Kubur?

Adakah Kemungkinan Bagi Pelaku Dosa Besar Untuk Tidak Masuk Neraka?

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Izin bertanya ustadz.
Saya ingin menanyakan apakah ada kemungkinan bagi pelaku dosa besar untuk mendapat ampunan dari Allah tanpa dia masuk ke dalam neraka dan mengalami siksa kubur? Atau dia harus diadzab dulu di dalam neraka?

Mohon pencerahannya ustadz.
Jazaakallaahu khayran.

(Dari Iswani, Admin T02)

⌛ Jawaban ⌛

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Adakah kemungkinannya? Bisa ada dan bisa tidak ada.

Tidak ada jika ia tidak bertaubat, atau tidak beramal sholeh.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Alloh mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik.

Cara pengampunan dosa bisa dilakukan dengan tiga cara:

  1. Bertaubat
  2. Beramal sholeh
  3. Musibah

Dalil anjuran untuk taubat ada dalam pembahasan kita beberapa pekan ini, yaitu bab taubat dalam Nuzhatul Muttaqin.
Adapun dalil penghapusan dosa melalui amal sholeh ada dalam hadits Abu Dzar rodhiallohu ‘anhu ;

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya (kejelekan yang telah dilakukan). Serta bergaullah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘” [HR Ahmad 21354, Tirmidzi 1987]

Juga firman Alloh

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS Huud 114)

Adapun musibah, baik itu rasa sakit atau susah, juga dapat sebagai penggugur dosa.
Rosululloh صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّم bersabda ;

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى – حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا – إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri atau jarum yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” [HR Bukhari 5641 dan Muslim 2573].

Adapun kemungkinan lain, yakni ada peluang bahwa Alloh mengampuni dosa-dosa kita tanpa mengadzabnya adalah sejalan dengan dalil dalam hadits qudsi, tatkala Alloh berfirman melalui lisan Nabi-Nya yang mulia;

“وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيْئَةً لاَيُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَقِيْتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً”

Alloh Ta’ala berfirman,
Dan barangsiapa menjumpai-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Aku, maka Aku akan menjumpainya dengan ampunan yang sepenuh bumi pula”. [HR Muslim 4852]

Dari hadits diatas kita bisa yakini bahwa ada peluang bagi para pendosa untuk mendapatkan ampunan Alloh, selama tauhidnya kokoh.

Kita pun harus optimis akan mendapatkan ampunan Alloh, karena semua yang telah Alloh dan RosulNya janjikan pasti akan terwujud, terlebih jika kita lihat gambaran pelaku dosa (tentu saja adalah dosa besar) yang kelak paling terakhir masuk ke surganya Alloh.

Rosululloh صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّم menjelaskan dalam hal ini sembari tersenyum dalam sabdanya;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولًا الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُل
ْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

Sesungguhnya aku mengetahui penduduk neraka yang terakhir keluar darinya dan dia menjadi penduduk surga yang terakhir kali masuk surga, yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dalam keadaan merangkak, lalu Alloh berkata kepadanya, ‘Pergilah, dan masuklah surga. Lalu dia mendatanginya, lalu dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Lalu dia kembali seraya berkata, ‘Wahai Robbku, aku mendapatinya telah penuh.’ Maka Alloh berfirman kepadanya, ‘Masuklah surga.’ Lalu dia mendatanginya, lalu dikhayalkan kepadanya bahwa ia telah penuh. Lalu dia kembali seraya berkata, ‘Wahai Robbku, aku mendapatinya telah penuh.’ Maka Alloh berkata kepadanya, ‘Pergilah, lalu masuklah ke surga, karena kamu mendapatkan seperti dunia dan sepuluh kali lipat semisalnya, -atau kamu mendapatkan sepuluh kali lipat semisal dunia-.’ Dia berkata, ‘Apakah Engkau mengolok-olokku atau sedangkan Engkau adalah Raja‘.”
Perawi berkata, “Sungguh aku melihat Rosululloh صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّم tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat.”
Perawi melanjutkan: “Dan dikatakan bahwa dia adalah penduduk surga yang paling rendah kedudukannya.” [HR Muslim 272]

Garis finish kita semua Insya Alloh adalah surga, tak layak kita untuk meragukannya. Optimis bukan pesimis.

Wallohu A’lam
Wabillahi taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
📆 Kamis, 15 Muharram 1439H / 5 Oktober 2017M

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS