hotManhaj

Apakah Non Muslim disebut Kafir?

Apakah Non Muslim disebut Kafir?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Apakah Non Muslim disebut Kafir?  Selamat membaca.


Pertanyaan:

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, maaf bagaimana tanggapan terhadap polemik penyebutan kafir yang disampaikan oleh kalangan N* dengan menyebut orang yang diluar itu sebagai non muslim, sementara sudah jelas disampaikan dalam Al Qur’an kalau selain dari islam itu disebut kafir?

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Masalah ini sudah teramat sangat jelas (yakni orang non muslim adalah kafir), jelas status kemungkaran anggapan tersebut. Bahkan tidak hanya orang Islam yang menolak cara berpikir seperti ini. Bahkan orang kafir sendiri pun menolaknya.

Baca Juga :  Muslim Punya Harga Diri

Seorang nasrani tidak akan pernah menyebut orang di luar nasrani sebagai non nasrani demikian seterusnya. Seorang yahudi takkan pernah menyebut non yahudi pada orang di luar mereka demikain seterusnya.

Dan hakikat dari pemikiran ini adalah pemikiran usang liberal yang sudah bolong sana-sini yang dipaksakan untuk dikemas indah kemudian berusaha disebarluaskan oleh oknum-oknum liberal.

Seorang yang masih sehat, waras nurani beragamanya akan menolak gaya berpikir aneh seperti ini.

Akan tetapi hendaknya kita tidak terlalu berlebihan di dalam menanggapi ucapan bodoh seperti ini. Seorang penyair mengatakan:

أو كلّما طنّ الذّباب زجرته إنّ الذّباب إذا عليّ كريم

Apakah setiap kali ada lalat menclok saya harus menghalaunya Jika demikian lalat itu memiliki kedudukan yang mulia di sisiku.” (Muhadharatul Udaba’ : 1/466).

Biarkan mereka dengan kebodohannya, biarkan mereka dengan dagangan tak bermutu itu, kita sibukkan diri kita dengan menanamkan aqidah tauhid dan sunnah di dada-dada kaum muslimin dengan dakwah. Niscaya dagangan murah mereka takkan pernah laku jika tauhid dan sunnah sudah mengakar kuat di dalam dada.

Wallohu a’lam.
Wabillahittaufiq.


Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 04 Rajab 1440H / 11 Maret 2019M

Baca Juga :  Mengira Sudah Bersih dari Haid Lalu Berpuasa

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button