Apakah Najis Gamis Akhwat Yang Terkena Kotoran Ayam?

Apakah Najis Gamis Akhwat Yang Terkena Kotoran Ayam?

Apakah Najis Gamis Akhwat Yang Terkena Kotoran Ayam?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ahsanallāhu ilaikum, Ustadz.
‘Afwan izin menyampaikan pertanyaan.

Bagaimana hukumnya jika pakaian/gamis akhwat terkena kotoran ayam? Karena sependek pengetahuan saya, kotoran ayam termasuk bukan najis, jadi bolehkan digunakan untuk shalat?
Apakah jika kotoran tersebut masih melekat pada ujung gamis, cukup dibersihkan dengan membilas menggunakan air, kemudian boleh langsung digunakan dalam shalat, ustadz?

Mohon penjelasannya, ustadz. Syukran.

Jazaakallāhu khairan wa Baarakallāhu fiik.

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS )


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Benar kotoran ayam itu tidak najis sehingga masih sah seseorang shalat dengan menggunakan pakaian yang terkena kotoran ayam. Namun sebaiknya dibersihkan karena seorang yang shalat ia sedang bermunajat dengan Allah ta’ala maka selayaknya ia mengenakan pakian terbaik yang ia miliki, pakaian terbersih dan pakian yang paling layak. Allah ta’ala berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ

Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.”

(QS Al A’raf: 31).

Dan cara membersihkan ujung pakaian wanita muslimah yang kena najis adalah dengan berjalan di atas tanah. Tatkala ujung pakian tersebut telah terseret di atas tanah maka itu cukup baginya,

عَنْ أُمِّ وَلَدٍ لِإِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّهَا سَأَلَتْ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي امْرَأَةٌ أُطِيلُ ذَيْلِي، وَأَمْشِي فِي الْمَكَانِ الْقَذِرِ فَقَالَتْ: أُمُّ سَلَمَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (يُطَهِّرُهُ مَا بَعْدَهُ)

Dari Ummu Walad nya Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf ia bertanya kepada Ummu Salamah istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

Aku adalah wanita yang memanjangkan ujung pakaiannya lalu aku berjalan di lokasi yang kotor.

Ummu Salamah berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan ; Mensucikan ujung pakaian tadi lokasi yang setelahnya.”

(HR Tirmidzi : 143, Abu Dawud : 383, Ibnu Majah : 531 dishahihkan oleh Al-ALbani dalam Shahih At-Tairmidzi).

Maknanya jika ujung pakaian tadi terkena najis karena pemiliknya berjalan di lokasi yang najis, Maka tanah berikutnya/ lokasi berikutnya yang akan mensucikan kotoran tersebut.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Senin, 04 Rarab 1440 H / 11 Maret 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS