KonsultasiManhaj

Apakah Marwah Ada Sikap Baku Yang Ditentukan Oleh Agama?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Apakah Marwah Ada Sikap Baku Yang Ditentukan Oleh Agama?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah Marwah Ada Sikap Baku Yang Ditentukan Oleh Agama?, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, salah satu kaidah yang dibahas dalam ringkasan ta’dzimul ‘ilmi ialah “menjaga ilmu dari hal yang menyelisihi dan meruntuhkan muru’ah (marwah)”

Hal yang ingin saya tanyakan ialah apakah marwah sendiri ada sikap-sikap baku yang telah ditentukan oleh agama? Mohon penjelasannya Ustadz

جزاك اللهُ خيراً

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Marwah atau muru`ah merupakan akhlak dan adab islam itu sendiri, dimana ia adalah adab atau norma kesopanan yang berlaku pada suatu daerah, dimana orang yang menjalankannya akan dihargai atau di muliakan dan orang yang melanggarnya akan berkurang kemuliaannya.

Selama tidak melanggar syariat islam maka islam menganjurkan bagi seorang muslim terlebih seseorang yang menyandang ilmu pada dirinya untuk menjaganya dan berhati hati dengannya, karena akan berefek kepada orang orang yang ada di sekitarnya, dengan kepercayaan dan penghormatan dengan ilmu yang di miliki.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallahu alaihi wasallam,”

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الأُمُورِ وأَشْرَافَهَا ، وَيَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا

“Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang luhur ( utama ) dan mulia, serta membenci perkara-perkara yang rendah.” (Shahih, HR. at-Thabrani dalam al-Ausath, dishahihkan oleh al-Albani, Silsilah as-Shahihah (1627))

Tidak ada yang baku dalam masalah muru’ah ini, walaupun banyak di sebutkan oleh para ulama dengan muru’ah yang hendaknya dilakukan. Namun, sebenarnya di kembalikan kepada norma dan adat setempat yang tidak bertentangan dengan syariat.

Dimana bisa jadi akan berbeda antara tempat satu dengan tempat yang lainnya, selama itu di pandang baik maka hendaknya seorang muslim dan terlebih baik seorang penyandang ilmu untuk selalau menjaga marwah dirinya.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/