Apakah Maksiat Juga Merupakan Takdir dan Kehendak Allah bimbingan islam
Apakah Maksiat Juga Merupakan Takdir dan Kehendak Allah bimbingan islam

Apakah Maksiat Juga Merupakan Takdir dan Kehendak Allah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah maksiat juga merupakan takdir dan kehendak Allah?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Afwan ustadz, mohon penjelasan antum. Semua yang terjadi di dunia ini merupakan takdir Allah, bahkan tentang apa yang kita kerjakan itu semua terjadi atas takdir Allah.
Pertanyaan saya bagaimana dengan yang berbuat dosa dan maksiat apakah itu juga merupakan takdir Allah?

Jazaakumullah khoiron.

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Semua yang terjadi didunia ini merupakan takdir Allah, tidak ada yang terjadi di bumi kecuali berdasarkan ilmu dan kehendak Allah, dan tidak sah iman seseorang kecuali setelah beriman kepada takdir Allah baik takdir yang baik maupun yang buruk. Ubay bin ka’ab berkata:

ولو أنفقت مثل أحد ذهبا في سبيل الله ما قبله الله منك حتى تؤمن بالقدر، وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطئك ،وأن ما أخطاك لم يكن ليصيبك، ولو مت على غير هذا لدخلت النار

“Kalaulah engkau berinfak emas sebesar gunung uhud di jalan Allah, Allah tidak akan menerima amalanmu tersebut sebelum engkau beriman dengan takdir.
Ketahuilah, apa yang ditakdirkan untuk kamu dapatkan tidak akan pernah melenceng, dan apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah kamu dapatkan, kalaulah kamu tidak mengimani hal tersebut, kamu akan masuk neraka.”
(HR. Abu dawud : 4699).

Dalam Alquran Allah berfirman:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

” Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”.
(QS. Asshoffat : 96).

Semua perbuatan manusia, jin, dan makhluk lainnya adalah takdir Allah, termasuk semua perbuatan keburukan.

Namun, bukan berarti seseorang dibenarkan ketika berhujjah dengan takdir saat melakukan kemaksiatan, karena takdir adalah rahasia Allah, tidak ada satu makhlukpun yang tahu takdirnya kecuali setelah terjadi.
Sebelum mengerjakan kemaksiatan, tidak ada yang tahu apakah takdirnya berbuat maksiat atau meninggalkan kemaksiatan, sehingga tidak sah hujjahnya ketika melakukan kemaksiatan dia berkata: “ini adalah takdir saya”, karena dia mengada ada atas nama Allah.

Kesimpulannya: Allah mengetahui segala sesuatu, dan tidak ada kejadian di dunia ini kecuali atas izin dan kehendak Allah, namun tidak boleh seorang beralasan dengan takdir ketika berbuat maksiat, karena takdir adalah rahasia Allah.
Serta harus diingat semua perbuatan Allah itu baik, takdir dan rahasia Allah mengandung hikmah yang besar, dan Allah tidak akan menzhalimi hambanya.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Rabu, 11 Jumadal Akhiroh 1441 H / 05 Februari 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini