Apakah Kewajiban Sholat Berjama’ah di Masjid Menyesuaikan Jarak Tempuh?

Apakah Kewajiban Sholat Berjama’ah di Masjid Menyesuaikan Jarak Tempuh?

Apakah Kewajiban Sholat Berjama’ah di Masjid Menyesuaikan Jarak Tempuh?

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan ustadz, tentang kewajiban sholat 5 waktu berjamaah di masjid, ana pernah dengar keterangan selama kita bisa mendengar adzan dari menara tanpa speaker,
ketentuan jarak yang mewajibkan kita untuk shalat berjamaah di masjid radius beberapa meter dari masjid ?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS N06 G53


Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Diantara syarat wajibnya seorang muslim untuk mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah mendengar suara adzan tanpa mikropon. Apabila ia tidak mendengar adzan karena jarak rumahnya yang jauh dari masjid maka ia tidak wajib untuk shalat berjamaah di masjid.

Diperbolehkan untuk shalat di rumah atau shalat bersama dengan tetangga-tetangganya di salah satu rumah mereka. Mereka harus berusaha membangun masjid agar bisa mendengar adzan dan mampu menegakkan shalat wajib berjamaah.

Apabila mereka memiliki kemampuan untuk membangun masjid maka hukumnya wajib atas mereka untuk membangunnya.

Namun, apabila orang yang tidak mendengar adzan tersebut tetap bersungguh-sungguh mendatangi masjid untuk shalat berjamaah dengan berkendaraan atau berjalan kaki, maka ia meraih keutamaan yang sangat agung dan pahala yang sangat besar. Diantara keutamaan tersebut adalah hadits:

أن رجلاً أعمى قال يا رسول الله: ليس لي قائد يقودني إلى المسجد، فهل لي من رخصة أن أصلي في بيتي، فقال له صلى الله عليه وسلم: هل تسمع النداء بالصلاة؟ قال: نعم، قال: فأجب

“Sesungguhnya ada seorang buta pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,
“Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid. Apakah ada bagiku keringanan untuk shalat di rumah“. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (adzan)?” Laki-laki itu menjawab, “Ya”. Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri shalat berjamaah)”. (HR. Muslim).
Rasulullah bersabda:

لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلاً فيؤم الناس، ثم أنطلق برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم.

“Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau juga bersabda:

من سره أن يلقى الله غداً مسلماً فليحافظ على هؤلاء الصلوات حيث ينادى بهن، فإن الله شرع لنبيكم سنن الهدى وإنهن من سنن الهدى، ولو أنكم صليتم في بيوتكم كما يصلي هذا المتخلف في بيته لتركتم سنة نبيكم، ولو تركتم سنة نبيكم لضللتم ولقد رأيتنا وما يتخلف عنها إلا منافق معلوم النفاق أو مريض، ولقد كان الرجل يؤتى به يهادى بين الرجلين حتى يقام في الصف

“Barangsiapa yang ingin ketika berjumpa dengan Allah esok dalam keadaan sebagai muslim, maka hendaknya dia menjaga shalat 5 waktu di tempat dikumandangkan adzan (yaitu di masjid), karena Allah telah mensyariatkan bagi Nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan shalat 5 waktu di masjid adalah salah satu di antara sunnah-sunnah petunjuk.

Seandainya kalian shalat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang tidak ikut berjamaah ini, shalat di rumahnya, maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka sungguh kalian akan tersesat. Dan sungguh aku melihat dahulu kami para sahabat, tidak ada yang meninggalkan shalat berjamaah di masjid kecuali orang munafiq yang sudah jelas kemunafikannya, dan sungguh dahulu ada sahabat yang dibopong ke masjid dan ditopang di antara dua lelaki agar bisa berdiri dalam shaf“. (HR. Muslim).

Referensi
http://www.binbaz.org.sa/noor/7115

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS