Aqidah

Apakah Jodoh Di Dunia Dan Di Akhirat Sama?

Apakah Jodoh Di Dunia Dan Di Akhirat Sama?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai apakah jodoh di dunia dan di akhirat sama? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh izin bertanya. Apakah jodoh di dunia dan di akhirat sama?

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuhu.

Jika seorang meninggal, begitu pula istrinya, jika keduanya kelak menjadi penduduk surga maka keduanya akan dikumpulkan di surga bersama, Allah berfirman:

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Ghafir:8)

Baca Juga:  Menyikapi Vaksin Covid, Apakah Dianggap Mendahului Takdir? 

Allah juga berfirman:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”. (QS. al-Thur:21)

Syaikh Utsaimin menjelaskan:

والذرية شاملة لذرية الزوج والزوجة، فإذا كان الله يلحق بالمؤمنين ذرياتهم فمعنى ذلك أن الزوج والزوجة يكونان سواءً

“Anak keturunan dalam ayat mencakup anak keturunan suami maupun istri, jika Allah akan menyusulkan untuk orang-orang yang beriman anak keturunan mereka, maka maknanya bahwa suami dan istri juga sama”.

Baca Juga:  Kalimat La Ilaha Illallah

Lihat: http://fatawapedia.com/

Dari keterangan di atas, suami istri akan dikumpulkan di syurga jika memang keduanya kelak menjadi penduduk syurga, ini menuntut adanya keimanan dan kesolihan yang konsisten di antara mereka berdua, jika tidak demikian, maka mereka tidak akan bersama lagi di syurga.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Kamis, 13 Muharram 1443 H/11 Agustus 2022 M


Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Membantu Orang Kafir Merayakan Hari Raya

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul
Back to top button