Apakah Iqro Termasuk Mushaf Al-Quran?

Apakah Iqro Termasuk Mushaf Al-Quran?

Apakah Iqro Termasuk Mushaf Al-Quran?

Para pembaca Bimbingan islam yang semoga selalu Allah rahmati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah iqro termasuk mushaf al-quran, selamat membaca.

Pertanyaan :
بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz mau tanya, Apakah iqro 1-6 bisa di golongkan sebagai mushaf ustadz?
mohon penjelasannya ustadz.

شكرا

(Disampaikan Fulanah, SAHABAT BiAS T 08, G-62)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Apabila dalam buku Iqro tersebut mengandung ayat atau potongan ayat Al Quran maka status buku tersebut harus dimuliakan, tidak boleh ditaruh di sembarang lokasi.

Karena dahulu para sahabat juga menyimpan dan memuliakan pelepah kurma atau kulit hewan yang tertulis di atasnya ayat Al Quran.

Demikian pula Iqro ketika ada potongan ayat nya maka harus dirawat kecuali jika telah rusak dan tidak bisa dibaca maka dibakar atau ditanam untuk menyelamatkannya agar tidak dihinakan.
Syaikh Shalih Al Fauzan menyatakan :

الحمد لله
نعم، إذا تمزَّق المصحف وخُشي عليه من الامتهان وأصبح في حالة لا يمكن الانتفاع به والقراءة فيه ، فلا بأس أن يُحرق أو أن يُدفن في أرض طاهرة ، لأنَّ كلاً من الأمرين فعله الصحابة رضي الله عنهم فقد دفنوا المصاحف ، وكذلك حرَّقوا المصاحف لمَّا جمعوا النَّاس على مصحفٍ واحد ، وهو مصحف عثمان رضى الله عنه ، حرَّقوا ما عداه من بقية المصاحف
فالمصحف إذا كان في حالةٍ لا يُمكن الانتفاع به لتمزقه ، فإنَّه إمَّا أن يُدفن في مكان طاهر ، وإمَّا أن يُحرق ، وكلا الأمرين فعله صحابة رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Alhamdulillah, iya apabila mushaf sobek dan khawatir akan dihinakan maka. Dan tidak bisa dimanfaatkan serta tidak bisa dibaca maka tidak mengapa dibakar atau ditanam di tanah yang suci.

Karena dua hal tersebut pernah dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu anhum. Mereka membakar mushaf dan menimbun mushaf tatkala manusia dikumpulkan dengan satu mushaf yaitu mushaf Utsman dan membakar sisa mushaf yang ada.

Jadi mushaf itu jika sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan dikarenakan sobek, maka ia ditanam di tanah yang suci atau dibakar dan kedua perbuatan tersebut pernah dilakukan oleh para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.”
(Majmu Fatawa Syaikh Shalih Al Fauzan : 1/127).

 

Wallahu a’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
Kamis, 05 Muharram 1441 H / 05 September 2019 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )