AqidahKonsultasi

Apakah Hukum Menulis Diary Sama Saja Mengadu Pada Makhluk

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Apakah Hukum Menulis Diary Sama Saja Mengadu Pada Makhluk

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah Hukum Menulis Diary Sama Saja Mengadu Pada Makhluk, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakah hukum menulis curhat atau isi hati kita dibuku diary? Apakah hal tersebut sama saja dengan mengadu kepada makhluk (kertas) ? Walaupun nantinya juga tetap berdoa memohon kepada Allah Ta’ala.

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Pertama, tanyakan dalam hati anda untuk apakah menulis curhatan atau isi hati pada sebuah tulisan? Apakah hanya untuk sekedar trend atau iseng atau hal-hal yang kurang bermanfaat? Bila memang seperti itu, lebih baik ditinggalkan saja, justru lebih baik langsung adukan kepada Allah Yang Maha Mendengar keluhan para hamba-Nya, dan jangan menunda-nunda.

Rasulullah ﷺ bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi)

Hanya saja bila dimaksudkan menulis hal itu untuk ajang intropeksi diri, perenungan diri, pembenahan diri, maka tentu hal ini sangat lebih baik, bahkan lebih menambah kedekatannya kepada Allah ﷺ.

Bila memang demikian maksudnya, tetaplah berhati-hati untuk menjaga tulisan tersebut, jangan sampai jatuh ke tangan orang lain, karena adakalanya bila berisikan aib-aib diri sendiri akan terjadi sangat fatal, adakalanya bila berisikan tentang hal-hal terpuji dan positif akan terjerumus pada rasa ujub. Tetap berusahalah menjaga sikap dan hati agar terhindar dari keburukan.

Adapun apakah sama halnya dengan mengadu kepada makhluk, maka tidaklah demikian, sebab kertas hanya wasilah untuk mengutarakan isi hati baik buruknya seseorang. Kecuali bila memang ada seseorang menganggap keramat pada kertas tersebut, sehingga memuja-memujinya, maka hal ini tentu termasuk syirik besar.

Wallahu a’lam bisshowab.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Ahmad Yuhanna, Lc. حافظه الله

Related Articles

Back to top button