FiqihKonsultasi

Apakah Hukum Bernadzar Untuk Hal Yang Mubah

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Apakah Hukum Bernadzar Untuk Hal Yang Mubah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah Hukum Bernadzar Untuk Hal Yang Mubah , selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan ustadz, saya minta izin bertanya, apakah boleh bernadzar menziarahi kuburan orang tua atau yang lainnya ( wali-wali ) di karenakan bernadzar diberikan keselamatan malahirkan anak?

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Ketika seseorang mewajibkan pada dirinya suatu perkara yang sebenarnya tidak wajib maka inilah yang di maksud nadzar, seperti dalam pertanyaan di atas ia bernadzar untuk berziarah ketika anaknya lahir maka ia telah mewajibkan pada dirinya suatu yang sebenarnya hal tersebut tidak di wajibkan.

Akan tetapi perlu kita lihat apakah objek nadzar tersebut adalah suatu yang mubah atau ibadah atau malah itu adalah kemaksiatan? Apabila ia bernadzar dengan sesuatu yang mubah atau ibadah maka wajib ia lakukan, akan tetapi apabila objek nadzar tersebut adalah kemaksiatan maka ia tidak boleh melakukannya.

Dan mari kita lihat dari nadzar sang penanya apabila nadzarnya adalah untuk berziarah kubur keluarga dalam rangka mengingat kematian maka ia harus menunaikan nadzar tersebut.

Dan apabila bernadzar untuk berziarah kepada kuburan para wali yang tentunya sebagai mana yang kita maklumi di dalamnya penuh dengan kemungkaran dari bertawasul bertabaruk dengan sang mayit maka hal ini adalah sesuatu yang di larang dalam Islam sehingga nadzar tersebut tidak patut untuk di laksanakan karena mengandung kemaksiatan di dalamnya, hal ini sebagaimana yang isyaratkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadits:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ

“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya.” (HR. Bukhari no. 6696)

Wallahu ‘alam bisowab.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Agung Argiansyah, Lc. حافظه الله

Related Articles

Back to top button