Apakah Dosa Jika Menyebabkan Seseorang Terkena Penyakit 'Ain bimbingan islam (1)
Apakah Dosa Jika Menyebabkan Seseorang Terkena Penyakit 'Ain bimbingan islam (1)

Apakah Dosa Jika Menyebabkan Seseorang Terkena Penyakit ‘Ain?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah dosa jika menyebabkan seseorang terkena penyakit ‘ain?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, izin bertanya, apabila seseorang menjadi sebab orang lain terkena ‘ain maka apakah seseorang tersebut mendapatkan dosa?
Misalnya si A iri dan tidak suka dengan postingannya si B yang pamer harta atau romantisme keluarganya, kemudian si B terkena ‘ain?

Kemudian bagaimana agar kita dapat mengontrol sifat hasad kepada orang lain?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Kerusakan yang ditimbulkan ‘ain benar adanya, sebagaimana sabda rasulullah ﷺ:

العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين

“Ain itu benar-benar ada. Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, maka itu adalah ‘ain”
(HR. Muslim no. 2188).

‘Ain yang dimaksud adalah gangguan atau kerusakan pada hal yang dipandang/ dilihat.
Bahkan ‘ain merupakan penyebab banyak penyakit dan bisa menimbulkan kematian, namun semua itu terjadi dengan izin Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ

“Sesuatu yang paling banyak menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain”
(HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).

Jika seseorang mengetahui bahwa dirinya bisa menyebabkan ‘ain pada diri orang lain karena hasad/kekaguman, lalu dia bermaksud mengenakan ‘ain tersebut kepada orang tersebut, maka tentu ini adalah perbuatan ya diharamkan, rasulullah ﷺ bersabda:

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

“Tidak boleh berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri, begitu pula membahayakan orang lain.”
(HR Ibnu Majah no. 2340).

Bahkan sebagian ulama menetapkan qishas untuk orang yang ‘ainnya menyebabkan kematian seseorang.

Bagaimana cara menghilangkan sifat hasad kepada orang?

Pertama, berdoa kepada Allah agar kita diselamatkan dari penyakit tersebut.

Kedua, meyakini bahwa kenikmatan yang diberikan kepada orang lain merupakan kenikmatan yang Allah berikan, jika kita iri dengki, sejatinya kita sedang tidak ridho dengan pemberian Allah. Padahal Allah yang paling tahu, kenikmatan dan ujian seperti apa yang cocok dengan seorang hamba.

Ketiga, mendoakan keberkahan kepada orang yang kita hasadkan, jika setiap kita merasa hasad doakan orang tersebut, semoga Allah menjaganya, memberkahi nikmat tersebut.

Keempat, tidak menyibukkan diri melihat postingan orang-orang yang suka menampakkan kenikmatan, jika kita tahu itu akan memancing sifat hasad dari diri kita.

Baca juga

7 Bahaya Hasad

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at,  16 Dzulqa’dah 1441 H / 10 Juni 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini