Aqidah

Apakah Doa Orang Musyrik Dan Kafir Dikabulkan Allah Ta’ala?

Apakah Doa Orang Musyrik Dan Kafir Dikabulkan Allah Ta’ala?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan apakah do’a orang musyrik dan kafir dikabulkan Allah ta’ala? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Assalamu’alaykum warahmatullah, ahsanallahu ilaikum, ustadz, izin bertanya, apakah doa orang tua yang musyrik dan juga tidak mau sholat sama sekali terhadap anaknya itu juga tetap akan diijabah oleh Allah azza wa jalla? Barakallahu fiik. Wassalamu’alaykum warahmatullah.

(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Doa orang musyrik atau mereka yang tidak pernah shalat sama sekali atau atau doa orang-orang kafir di dunia bisa dan mungkin dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

Apa alasannya..?

Di antara alasannya karena inti doa itu adalah permohonan, dan Allah kuasa untuk mengabulkan permohonan siapa pun yang Dia kehendaki. Baik muslim maupun kafir.

Apalagi doa orang tua untuk anaknya, sebab hubungan dan kedekatan di antara keduanya. Allah Ta’ala adalah Yang Maha Pencipta dan Pengatur seluruh makhluk-Nya.

Baca Juga:  Mengapa Ahli Neraka Kebanyakan Wanita? Bukankah Dosa Wanita Ditanggung Suami?

Sehingga bukan hal mustahil, ketika Allah mengabulkan doa mereka tanpa pandang status agama, dan itu bagian dari pengaturan Allah kepada makhluk-Nya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan,

وأما إجابة السائلين فعام فإن الله يجيب دعوة المضطر ودعوة المظلوم وإن كان كافرا

Mengabulkan permintaan orang yang berdoa, sifatnya umum. Karena Allah mengabulkan doa orang yang terjepit masalah, dan doa orang yang didzalimi, meskipun dia orang kafir. (lihat Majmu’ Fatawa, 1/223)

Alasan lain, kita tahu bahwa Iblis yang merupakan gembong para musuh Allah pernah meminta kepada Allah dan permintaannya dikabulkan. Setelah Iblis dicap kafir dan diusir dari surga, dia meminta kepada Allah,

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ {34} وَإِنَّ عَلَيْكَ الْلَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ {35} قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ {36} قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ {37} إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ {38}

Allah berfirman:

Keluarlah dari surga, karena Sesungguhnya kamu terkutuk, (34) dan Sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. (35) berkata Iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) Maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, (36 ) Allah berfirman: “(Kalau begitu) Maka Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang diberi tangguh, ( 37) Sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan.”(38) (QS. Al-Hijr: 34 – 38)

Memahami dua alasan di atas, pendapat yang lebih kuat dan kami condong padanya yaitu pendapat yang menyatakan bahwa doa orang kafir sekali pun mungkin saja dikabulkan oleh Allah. Karena Dia Maha Kuasa untuk memberikan keinginan makhluk-Nya sesuai apa yang Dia kehendaki.

Dengan catatan yang harus diingat, bahwa dikabulkannya doa orang kafir oleh Allah ketika di dunia, sama sekali tidaklah menunjukkan bahwa Allah merestui keyakinannya atau setuju dengan kekufuran mereka.

Karena dikabulkannya doa bagi orang mukmin adalah rahmat dari Allah, dan dikabulkannya doa orang kafir bagian dari istidraj (diberi kenikmatan agar semakin kafir, dan bagi mereka azab yang sangat menghinakan di Akhirat, bila tidak bertobat di dunia), jadi jangan tertipu.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Selasa, 24 Safar 1443 H/ 20 September 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni
STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga:  Salah Paham Tentang 'Memaksa Harus Masuk Islam'

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button