IbadahKonsultasi

Apakah Doa Istiftah Dibaca Setiap Awal Rakaat?

Apakah Doa Istiftah Dibaca Setiap Awal Rakaat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Apakah Doa Istiftah Dibaca Setiap Awal Rakaat, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mau tanya Ustadz. Kalau shalat malam yang lebih dari dua rakaat apakah doa iftitah dibaca setiap awal rakaat pertama? Atau cukup dibaca satu kali di awal shalat saja.

جزاك اللهُ خيراً

(Disampaikan oleh Anggota Grup WA Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Baca Juga:  Seputar Dzikir ‘Istighfar’ Dan Hakikatnya

Boleh dibaca setiap awal rakaat pertama shalat jika tidak dibaca pun tidak mengapa karena ia hukumnya sunnah saja. Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan:

نعم السنة الاستفتاح في كل الصلوات, سبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا إله غيرك، في جميع الصلوات في التراويح وغير التراويح مستحب ولو ترك فلا بأس، لكن مستحب إذا كبر تكبيرة الإحرام في كل تسليمة يقول: سبحانك اللهم وبحمدك؛ لأنه مختصر هذا استفتاح مختصر، وإن استفتح بغيره من الاستفتاحات الصحيحة الثابتة عن رسول الله فلا بأس ولو ترك فلا حرج

“Iya disunnahkan membaca istiftah di setiap shalat, ‘Subhanakallahumma wa bihamdika watabarakasmuka wa ta’ala jadduka wala ilaha ghairuka.

Baca Juga:  Hukum Lewat Di Depan Orang Shalat

Di seluruh shalat baik shalat tarawih ataupun selain tarawih hukumnya mustahab seandainya ditinggalkan bacaan istiftah ini maka tidak mengapa.

Tapi ia mustahab jika seseorang bertakbiratul ihram di setiap kali salam ia mengucapkan ‘Subhanakallahumma wa bihamdika …dst.’

Karena ia bacaan ringkas, doa istiftah ini ringkas. Jika ia membaca doa istiftah yang lain yang terambil dari hadits yang shahih yang sah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak mengapa. Jika ia meninggalkan doa istiftah ini tidak mengapa.” (Fatawa Syeikh Bin Baz no. 20852).

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Rabu, 12 Jumadil Awwal 1443 H/17 Desember 2021 M

Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Tidak Jadi Menikah, Bisakah Dikumpulkan Di Surga Bersama yang Dicintai?

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV
Back to top button