Aqidah

Apakah Benar Yang Bisa Masuk Surga Hanya 70 ribu Orang?

Apakah Benar Yang Bisa Masuk Surga Hanya 70 ribu Orang?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Apakah Benar Yang Bisa Masuk Surga Hanya 70 ribu Orang? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum kak mau nanya, apakah benar yang bisa masuk surga hanya 70 ribu orang saja?

(Ditanyakan oleh Sahabat BiAS melalui Facebook Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh.

1. Yang Masuk Surga Lebih dari 70 ribu Orang

Penanya yang semoga dimuliakan oleh Allah . Pertama kali yang harus kita pahami adalah surga itu sangat luas, seluas langit dan bumi, Allah berfirman:

﴿سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ ﴾

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 21).

Sangat tidak masuk akal jika surga yang seluas langit dan bumi dan Pemiliknya, yaitu Allah juga memiliki sifat pengampun dan penyayang, tetapi yang bisa masuk ke surga hanya tujuh puluh ribu orang dari zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir nanti.

2. Tujuh Puluh Ribu Orang Masuk Surga Tanpa Hisab

Kemungkinan penanya salah menerima ataupun memahami informasi yang didengar. Karena pembahasan yang disebutkan dalam hadits Nabi adalah perihal orang-orang yang bisa masuk surga tanpa hisab atau tanpa dimintai pertanggungjawaban amal, bukan perihal orang yang bisa masuk surga.

Rasulullah bersabda:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَجَعَلَ النبيُّ والنَّبيَّانِ يَمُرُّونَ معهُمُ الرَّهْطُ، والنَّبيُّ ليسَ معهُ أحَدٌ، حتَّى رُفِعَ لي سَوَادٌ عَظِيمٌ، قُلتُ: ما هذا؟ أُمَّتي هذِه؟ قيلَ: بَلْ هذا مُوسَى وقَوْمُهُ، قيلَ: انْظُرْ إلى الأُفُقِ، فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلَأُ الأُفُقَ، ثُمَّ قيلَ لِي: انْظُرْ هَاهُنَا وهَاهُنَا في آفَاقِ السَّمَاءِ، فَإِذَا سَوَادٌ قدْ مَلَأَ الأُفُقَ، قيلَ: هذِه أُمَّتُكَ، ويَدْخُلُ الجَنَّةَ مِن هَؤُلَاءِ سَبْعُونَ ألْفًا بغَيرِ حِسَابٍ. ثُمَّ دَخَلَ ولَمْ يُبَيِّنْ لهمْ، فأفَاضَ القَوْمُ، وقالوا: نَحْنُ الَّذِينَ آمَنَّا باللَّهِ واتَّبَعْنَا رَسولَهُ، فَنَحْنُ هُمْ، أوْ أوْلَادُنَا الَّذِينَ وُلِدُوا في الإسْلَامِ؛ فإنَّا وُلِدْنَا في الجَاهِلِيَّةِ، فَبَلَغَ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فَخَرَجَ،

“Diperlihatkan kepadaku keadaan manusia pada hari kiamat. Ada seorang atau dua orang nabi yang jumlah pengikutnya hanya tiga sampai sepuluh orang, ada pula nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali, sampai aku melihat kumpulan manusia yang sangat banyak, aku pun berkata: apa ini? apakah mereka adalah umatku? Lalu dikatakan kepadaku: bukan, ini adalah Musa dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk sana.

Ternyata ada kumpulan orang yang begitu banyak yang menutupi ufuk, lalu dikatakan lagi kepadaku: lihatlah ke ufuk sana dan sana, ternyata ada lagi kumpulan manusia yang menutupi ufuk. semua ini adalah umatmu, di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa dihisab.” Kemudian Rasulullah masuk ke dalam rumah beliau tanpa menjelaskan sifat tujuh puluh ribu orang tersebut.

Di antara para sahabat ada yang berkata: maksudnya adalah kita yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasulNya, atau mungkin mereka adalah anak-anak yang lahir dalam keadaan islam, sedangkan kita lahir dalam keadaan jahiliyah.

Desas-desus tersebut sampai kepada Rasulullah , sehingga beliau pun keluar lalu bersabda:

فَقالَ: هُمُ الَّذِينَ لا يَسْتَرْقُونَ، ولَا يَتَطَيَّرُونَ، ولَا يَكْتَوُونَ، وعلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ، فَقالَ عُكَاشَةُ بنُ مِحْصَنٍ: أمِنْهُمْ أنَا يا رَسولَ اللَّهِ؟ قالَ: نَعَمْ، فَقَامَ آخَرُ فَقالَ: أمِنْهُمْ أنَا؟ قالَ: سَبَقَكَ بهَا عُكَّاشَةُ.

“Mereka adalah orang yang tidak minta ruqyah, tidak melakukan tathayyur (memprediksi kesialan dengan burung dan benda lainnya), tidak melakukan pengobatan dengan kai (pengobatan besi panas), mereka adalah orang-orang yang bertawakal kepada Rabb mereka.”

Ukasyah pun berkata: Apakah aku termasuk di antara mereka duhai Rasulullah? Beliau bersabda: “iya”. Sahabat lain pun berkata: apakah aku termasuk duhai Rasulullah? Beliau bersabda: “Ukasyah sudah mendahuluimu”. (HR. Bukhari no.5752)

Jadi yang dimaksud tujuh puluh ribu orang tersebut, bukan jumlah penduduk surga, namun penduduk surga yang mendapatkan keistimewaan untuk bisa langsung memasuki surga tanpa ada hisab.

Kemudian ada lagi hadits lain yang berisikan kabar gembira untuk umat ini, bahwa umat ini merupakan 2/3 penghuni surga. Rasulullah bersabda:

أَهْلُ الْجَنَّةِ عِشْرُونَ وَمِائَةُ صَفٍّ ثَمَانُونَ مِنْهَا مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ وَأَرْبَعُونَ مِنْ سَائِرِ الأُمَمِ

“Penduduk surga itu ada seratus dua puluh shaf, delapan puluh shaf dari umat ini sedangkan empat puluh shaf dari seluruh umat lainnya.” (HR. Tirmizi no. 2546).

Satu-satunya Kunci Surga adalah Tauhid

Ketiga, satu-satunya kunci untuk memasuki surga Allah () adalah mentauhidkanNya, menjadikanNya satu-satu tujuan dalam peribadahan, karena hal inilah menjadi sebab penciptaan kita di muka bumi ini, Allah berfirman:

﴿وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariyat:51)

Semoga Allah menjadikan kita sebagai salah satu penduduk surgaNya. Aamiin.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 5 Rabiul Akhir1443 H/ 11 November 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Apakah Pakai Susuk Bisa Membuat Susah Meninggal Dunia?

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button