Wanita

Apakah Bayangan Kepala Dan Rambut Wanita Termasuk Aurat?

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Apakah Bayangan Kepala Dan Rambut Wanita Termasuk Aurat?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan apakah bayangan kepala dan rambut wanita termasuk aurat? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum. Semoga Ustadz senantiasa dilindungi Allah dan diberi keberkahan.

Bismillah, ana mau menanyakan sebagai seorang akhwat. Bagaimana hukum menampakkan bayangan diri tanpa memakai khimar sehingga terlihat bayangan rambutnya Ustadz?

Jazakallahu khairan wa barakallah Ustadz.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Aamin, semoga juga Allah berikan kebahagiaan kepada kita semua.

Sebatas yang kami ketahui bahwa bayangan seseorang bukanlah aurat yang dilarang dinampakkan. Namun, suatu amalan waktu asalnya boleh, terkadang hukumnya akan kembali kepada apa yang diniatkan/ditujukan. Bila tujuan baik/tidak ada yang diharamkan maka hukumnya diperbolehkan.

Namun bila tujuan/niatnya tidak baik, misal ingin pamer dengan rambut panjangnya atau yang lannya,atau akan berdampak negatif/memunculkan fitnah dengan perbuatannya, misal supaya lawan jenisnya tertarik dengan rambutnya, sehingga memunculkan imajinasi yang liar tidak karuan dalam pemkiran lelaki yang tidak baik, maka perbuatan tersebut dilarang.

Firman Allah Azza wa Jalla:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang Telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh mahfuzh).” (Surat Yasin:12)

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) (HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Juga disebutkan dalam kaidah fiqih,”

الوَسِيْلَةُ لَهَا أَحْكَامُ المَقَاصِدِ

“Hukum wasilah tergantung pada tujuan-tujuannya .”

Maka berhati-hati dan jauhi fitnah dengan apa yang hendak dilakukan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dan akan mencatat semua amalan yang dilakukan oleh para hambaNya.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Jumat, 21 Muharram 1443 H/19 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Antara Jilbab Dan Bekerja Untuk Melunasi Hutang Orang Tua
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button