Apakah Anak Laki – laki Termasuk Mahrom?

Apakah Anak Laki – laki Termasuk Mahrom?

Apakah Anak Laki – laki Termasuk Mahrom?

Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apakah anak angkat laki-laki akan menjadi mahram bagi orang tua angkat perempuan apabila disusui oleh adik (seibu tapi tidak seayah) dari orang tua angkat perempuan?
Syukron jazaakillahu khoyron Ustadz

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS T07)


Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Yang pertama, Islam tidak membolehkan aktifitas memungut anak angkat, yang demikian karena Allah ta’ala berfirman :

وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

(QS al-Ahzab : 4).

Yang kedua status anak sepersusuan itu menjadi mahram bagi orang tua susunya dan beberapa pihak lain sama seperti kemahraman anak kandung biasa. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَحْرُمُ مِنَ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنَ النَّسَبِ

Persusuan itu menyebabkan terjadinya hubungan mahram, sama seperti mahram karena nasab.

(HR. Bukhari : 2645)

Tatkala seorang anak itu menjadi mahram bagi bibinya, maka demikian pula anak persusuan itu menjadi mahram bagi bibi (saudari dari ibu susunya). Disebutkan di dalam sebuah fatwa :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فالمرأة إذا أرضعت طفلا خمس رضعات في الحولين، فإنها تصير أمه من الرضاع، وأختها تصير خالة لذلك الطفل من الرضاع، ولا يجوز له أن يتزوجها، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: يَحْرُمُ مِنْ اَلرَّضَاعَةِ مَا يَحْرُمُ مِنْ اَلنَّسَبِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

وانظر الفتوى رقم: 126784، عن شروط الرضاع المحرم، والفتوى رقم: 7402، حول تحريم الزواج بالخالة من الرضاع.

فإذا تقرر ذلك علمت أن الشخص المذكور لا يصح أن يتزوج من تلك المرأة ـ اللهم ـ إلا أن يكون عدد الرضعات أقل من خمس، فإن له ـ حينئذ ـ أن يتزوجها على ما نرى رجحانه. والأولى تركه خروجا من الخلاف.

والله أعلم.

Segala puji bagi Allah, shalawat dan sallam semoga tercurah bagi nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam keluarga serta para sahabatnya.

Seorang wanita apabila menyusui bayi sebanyak lima kali pada kurun waktu dua tahun dari usia bayi tadi. Maka wanita ini menjadi ibu persusuannya, dan saudari dari wanita ini menjadi bibi persusuannya. Kelak apabila bayi ini telah dewasa ia tidak diperbolehkan menikahi bibi persusuannya ini. Berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam :

Persusuan itu menyebabkan terjadinya hubungan mahram, sama seperti mahram karena nasab.

(Muttafaqun ‘Alaihi).

Apabila itu telah engkau fahami maka engkau menjadi tahu bahwa lelaki tadi (bayi-pent) tidak boleh menikahi bibi persusuannya ini kecuali jika jumlah susuannya kurang dari lima kali. Maka boleh bagi dia untuk menikahinya berdasarkan apa yang kami pandang lebih kuat dan meninggalkan hal tersebut lebih utama dalam rangka keluar dari ranah perbedaan pendapat, wallahu a’lam.”

(Fatawa Islam web no. 138078).

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Abul Aswad Al Bayati, حفظه الله تعالى
📆 Senin, 15 Jumadil Awwal 1440 H/ 21 Januari 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS