Aqidah

Apakah Adzab Kubur Meringankan Adzab Setelahnya?

Apakah Adzab Kubur Meringankan Adzab Setelahnya?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan apakah adzab kubur meringankan adzab setelahnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah. Semoga Allah selalu merahmati Ustadz dan keluarga. Izin tanya Ustadz, jika seseorang saat di alam kubur mendapatkan nikmat kubur, atau orang yang mendapat siksa kubur tapi setelah itu dosanya sudah habis, apakah bisa menjamin untuk perjalanan selanjutnya akan terlepas dari siksa-siksa yang lain?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah,

Aamiin, terima kasih dengan doa yang terpanjat, semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan di dalam kehidupan kita semua.

Kenikmatan yang didapatkan di alam kubur adalah sinyal kebaikan yang akan didapatkan di proses selanjutnya, begitu pula sebaliknya akan menjadi sinyal keburukan di perjalanan yang menantinya.

Baca Juga:  Dimana Nabi Idris Alaihissalam Berada

Hanya saja, apakah jaminan kepastian akan mendapatkan proses aman, dengan tidak disiksa kembali atau tidak ada hisab lagi dan seterusnya? Semua itu adalah kehendak Allah dalam menentukan kenikmatan atau siksa dari nasib kehidupan yang selanjutnya.

Namun, bila dilihat dari dalil dan riwayat dari kisah akhirat, terkait dengan proses hisab, diadzabnya terlebih dahulu seorang muslim dengan amal kejelekan yang pernah dilakukan, adanya qisos yang akan ditegakkan, bagaimana manusia berjalan di atas shirot dengan beragam keadaan yang dialami oleh seorang muslim, ada yang cepat seperti kilat, berlari dan merangkak, maka bisa jadi tidak ada jaminan dengan kenikmatan di kubur menjadikan otomatis menjadi lancar, tanpa ada halangan, siksa dan hisab terlebih dahulu.

Baca Juga:  Bolehkah Pasrah Dengan Takdir Kematian dan Tidak Ikhtiar Apapun?

Bila yang di maksudkan adalah hasil akhir yang nantinya akan didapatkan dari surga yang akan didapatkan bagi seorang yang ada iman di dalam hatinya, maka insyallah ini akan didapatkan, sebagaimana janji Allah dan RasululNya:

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَن كانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إيمَانٍ

Keluarlah dari neraka siapa saja yang dalam hatinya masih ada iman seberat biji sawi.” (HR. Bukhari, no. 22)

Jadi sebagaimana kehidupan di dunia, ada kenikmatan dan kesulitan, maka di sana ada kehidupan kubur juga ada kehidupan setelah kiamat terjadi, untuk menuju surga atau neraka.

Baca Juga:  Orang-Orang Yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

Maka perbedaan keadaan di antara fase kehidupan yang ada, walaupun ada saling keterkaitan namun tidak meniadakan kesulitan yang di dapatkan setelahnya.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Selasa, 19 Dzulhijjah 1443 H/ 19 Juli 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid
Back to top button