Apakah Ada Zakat Pada Tabungan Haji bimbingan islam
Apakah Ada Zakat Pada Tabungan Haji bimbingan islam

Apakah Ada Zakat Pada Tabungan Haji?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah ada zakat pada tabungan haji?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan tim Bimbingan Islam beserta keluarga selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, alhamdulillah saya sudah daftar haji di kemenag. Sambil menunggu keberangkatan saya menabung di tabungan haji bank mandiri syariah untuk biaya pelunasannya nanti. Dimana tabungan tersebut tidak ada kartu atmnya dan tertulis di buku bahwa penarikan hanya dapat dilakukan dalam “kondisi darurat”.
Yang saya tanyakan apakah ketika saya mau menghitung kewajiban zakat mal, saldo di tabungan haji tersebut ikut ditambahkan dengan tabungan saya yang lain sehingga juga ikut dizakati?

(Disampaikan Fulanah di media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Tabungan haji yang ada di Bank Syariah seperti piutang. Jika mudah diambil kapan saja, maka digabungkan dengan tabungan yang lain, jika telah mencapai nishab, maka dikeluarkan zakatnya setelah berlalu haul (setahun hijriah).

Namun jika keadaannya sulit diambil kecuali dalam kondisi darurat, maka keadaannya seperti piutang pada orang yang sulit ditagih, sehingga tidak digabungkan. Oleh karena itu, jika tabungannya yang lain telah mencapai nishab, maka dikeluarkan zakatnya secara terpisah, sedangkan tabungan haji yang ada di bank Syariah ketika telah mencapai nishab, maka dikeluarkan sekali saja setelah dapat mengambilnya, wallahu a’lam.

Sebagai tambahan, bahwa Syaikh Shalih Al Fauzan pernah ditanya, “Apakah tabungan haji di salah satu Bank Syariah terkena zakat atau tidak?”

الإجابة: المال إذا بلغ النصاب بنفسه، أو بضمه إلى غيره، وحال عليه الحول؛ فإنه تجب فيه الزكاة، ولو كان مدخرًا للحج أو للنفقة أو لغير ذلك؛ فإن المال إذا حال عليه الحول وهو في ملك صاحبه من نقود أو عروض تجارة أو سائمة الأنعام؛ فإنه تجب فيه الزكاة عند كل حول‏

Beliau menjawab, “Harta apabila telah mencapai nishab baik secara sepisah atau digabungkan dan berlalu haul padanya, maka wajib dizakati meskipun disimpan untuk haji, nafkah, atau lainnya, karena harta ketika telah berlalu haul dan berada dalam kepemilikannya baik berupa uang, barang perdagangan, atau hewan ternak, maka wajib dizakati ketika telah tiba haul.”
(Lihat: Fatwa Syaikh Fauzan tentang المال المدخر للحج هل تجب فيه الزكاة أو لا‏؟‏)

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Senin, 20 Dzulhijjah 1441 H/ 10 Agustus 2020 M



Ustadz Marwan Hadidi, M.Pd.I حفظه الله
Beliau adalah Alumni STAI Siliwangi Bandung & Pascasarjana di Universitas Islam Jakarta jurusan PAI.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mardan Hadidi, M.PD.I حفظه الله  
klik disini