Apabila Tidak Tahu Bahwa Pendapatannya Haram

Apabila Tidak Tahu Bahwa Pendapatannya Haram

APABILA TIDAK TAHU BAHWA PENDAPATANNYA HARAM

Pertanyaan

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, ayah saya dulu bekerja di asuransi. Hingga pensiun dan beliau meninggal, kami sekeluarga belum tahu keharaman asuransi dan baru akhir-akhir ini baru tahu.

Setelah ayah meninggal, setiap bulannya kami dapat sisa uang tunjangan dari kantor ayah dengan jumlah yang kecil (jauh dari besar gaji).

Bagaimana status tunjangan atau pensiunan yang kami dapat tersebut? Bolehkah dimanfaatkan?

Jazakumullahu khairan.

(Dari Fulanah, admin BiAS)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Pensiunan sebenarnya adalah harta yang dikumpulkan dari potongan gaji karyawan, yang kelak akan diberikan setelah ia tidak lagi bekerja.

Sehingga hukum pensiunan sama dengan hukum gaji. Apabila jenis pekerjaannya halal maka pensiunannya halal, namun jika jenis pekerjaannya haram, maka gaji dan pensiunan yang diterima pun juga haram.

Keharaman ini hanya berlaku bagi si karyawan itu sendiri, apabila telah berpindah ke tangan orang lain dengan cara halal, maka ia halal bagi orang kedua.

Sehingga pensiunan bapak si penanya ini haram statusnya karena jenis pekerjaannya haram, akan tetapi tidak haram bagi keluarganya. Meski demikian jika keluarga mengambil dan mensedekahkannya, maka ini yang lebih utama. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menyatakan :

الحمد لله

سألت شيخنا عبد العزيز بن باز رحمه الله عن مسألة مكافأة نهاية الخدمة لموظف البنك الربوي فأجابني بأنه يجوز له أن يأخذ المقابل عن المدة التي عمل فيها في البنك الربوي قبل العلم بالتحريم ولا يجوز له أن يأخذ عن المدة التي عمل فيها وهو عالم بالتحريم .

مثال : لو فرضنا أنه عمل لمدة (30) سنة في البنك وكان لا يعلم بحرمة عمله مدة (20) سنة منها ، ثم علم بالحكم واستمر في العمل لمدة (10) سنوات فله أن يأخذ عن العشرين سنة ولا يأخذ عن العشر سنوات الأخيرة .

وأما بالنسبة لأولاده فيحل لهم أن يأخذوا ما يحتاجونه من والدهم وإن كان كسبه حراماً لأن نفقته عليهم واجبة والإثم عليه ، ولكن ينصحونه ولا يتوسعون في الأخذ والله أعلم .

“Alhamdulillah aku pernah bertanya kepada guru kami Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu Ta’ala : tentang status gaji pensiunan karyawan bank riba. Beliau menjawab bahwa karyawan bank tadi boleh mengambil gajinya selama kurun waktu ia bekerja di sana dan belum mengetahui status keharaman gaji tersebut.

Dan ia tidak boleh mengambil gaji pensiunan selama kurun waktu terhitung sejak ia mengetahui status keharamannya.

Misal :

Taruhlah ia bekerja selama 30 tahun di bank, dan selama 20 tahun ia tidak mengetahu status keharamannya. Kemudian ia mengetahui status keharamannya dan tetap bekerja di sana selama 10 tahun.

Maka ia boleh mengambil gaji pensiunan selama 20 tahun dan tidak boleh mengambil gaji pensiunan selama 10 tahun.

Adapun berkenaan dengan anak-anaknya, mereka boleh mengambil harta ayahnya meskipun pekerjaan ayahnya haram. Karena ayah wajib menafkahi keluarganya dan dosanya ditanggung oleh si ayah. Tapi hendaknya mereka menasehati ayah mereka, dan tidak bermudah-mudahan di dalam mengambil gaji tersebut.”

(Fatawa Islam Soal-Jawab no. 12397).

# Kesimpulan untuk penanya adalah status gaji pensiunan bapak dari penanya adalah haram untuk bapaknya dan tidak haram untuk keluarganya. Namun jika ia diambil dan disedekahkan, maka itu yang lebih utama.

Jika ada yang bertanya kenapa harta ini haram bagi ayah tapi tidak haram bagi keluarganya ? Jawabnya adalah harta haram yang diperoleh dengan cara maksiat, maka status keharamannya hanya berlaku bagi si pelaku kemaksiatan saja. Jika sudah berpindah ke tangan orang lain dengan cara halal (nafkah misalnya, atau hadiah dll), maka statusnya halal bagi orang kedua.

Dalil dari hal ini yang paling jelas adalah status ghanimah (rampasan perang). Harta orang kafir yang diperoleh dengan cara-cara haram, ketika sudah berpindah tangan kepada Nabi dan para sahabat dengan cara halal, maka statusnya halal bagi mereka.

Wallahu A’lam,
wabillahittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad al Bayati
حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab Grup
WA Bimbingan Islam T06
Selasa, 20 Rajab 1439H / 06 April 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS