Nikah

Apa Tugas Wali Nikah?

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Apa Tugas Wali Nikah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan tentang tugas wali nikah? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustadz, Semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah, izin bertanya. Apa saja kewajiban seorang yang menjadi wali nikah? Bolehkan seorang wali nikah mendampingi ibu mempelai (saudara iparnya) di atas panggung mempelai? Jazakallah khayr.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh.

Aamiin, juga semoga Allah mengumpulkan kita semua di dalam surgaNya.

Wali nikah tugasnya adalah menikahkan anaknya atau kedua mempelai.

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Firman Allah ta`ala,”

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. (QS. Al-Baqarah : 232)

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nuur : 32).

عن أبي موسى قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم: ” لا نكاح إلا بولي

Dari Abu Musa, ia berkata : Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “ Tidak sah pernikahan dengan tanpa wali”. Hadits riwayat Turmudzi (1101), Abu Dawud ( 2085 ), Ibnu majah ( 1881 ) dan disahihkan oleh Al Albani Rahimahullah dalam Kitab “ Shahih at turmudzi ” (1/ 318 ).

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل فنكاحها باطل ، فنكاحها باطل، فإن دخل بها فلها المهر لما استحل من فرجها ، فإن لم يكن لها ولي فالسلطان ولي من لا ولي له.

Dari Aisyah Radliyallahu ‘anha dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: (Siapa saja wanita yang menikahkan dirinya sendiri dengan tanpa izin walinya, maka pernikahannya batil, batil, batil, maka jika suaminya telah menggaulinya maka bagi wanita tersebut mahar dari kehormatan yang telah diberikannya dan dihalalkan baginya, dan jika ada perselisihan dari wali keluarga wanita, dan apabila tidak ada wali bagi si perempuan, maka hakim atau penguasalah yang berhak menjadi wali bagi wanita yang tidak ada wali baginya ) .

Khusus perempuan, apakah kamu tahu Akademi Shalihah (AISHAH) Online?

Diriwayatkan oleh At Turmudzi (1120), Abu Dawud (2083) dan Ibnu Majah (1879). Dan hadits tersebut dihasankan oleh At Turmudzi dan dishahihkan oleh ibnu Hibban (9/ 384) dan Al Hakim (2/183).

Dari dalil di atas menunjukkan bahwa wali dengan syarat-syarat tertentu berfungsi untuk menikahkan putrinya atau yang diwakilinya dengan mempelai pria.

Terkait dengan pertanyaan berikut:

Bolehkan seorang wali nikah mendampingi ibu mempelai (saudara iparnya) di atas panggung mempelai?

Kami belum memahami pertanyaan yang diinginkan. Bila yang dimaksudkan adalah saudara iparnya orang yang dianggap wali, artinya ia bukan mahramnya sehingga perkara ini kembali kepada aturan terkait dengan orang yang bukan mahramnya, terdapat batasan batasan tertentu.

Selama tidak terjadi ikhtilath atau khulwat (berduaan di tempat yang sepi) atau tidak bersentuhan dengan yang bukan mahramnya maka tidak menjadi masalah.

Hanya saja bila bentuknya seperti resepsi yang terjadi di masyarakat kita, yang belum terpisah antara tamu undangan laki dan perempuan, kemudian potensi bersalaman dengan tamu yang bukan mahram maka tentunya tidak dilakukan.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Kamis, 12 Safar 1444 H/ 8 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Baca Juga:  Bagaimana Status Pernikahan, Bila Suami Atau Istri Murtad?
Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button