Opening WAG BIAS
KonsultasiUmum

Apa Tingkat Hadits Puasa Di Hari Rabu, Kamis, Dan Jum’at?

Apa Tingkat Hadits Puasa Di Hari Rabu, Kamis, Dan Jum’at?

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Afwan izin bertanya, ustadz.

Dari Ibnu Umar Ra., Rasulullah bersabda : barang siapa puasa pada hari Rabu-Kamis-Jumat dan bersedekah -baik sedikit maupun banyak- niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan ia keluar dari dosa seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya. (Sunan Kubra Al Baihaqi, 4:294 / Jawami’ul Karim, 7805). Apakah ini shahih? Lebih utama mana dibandingkan dengan puasa senin kamis? Atau puasa ayyamul bidh tgl 13, 14, 15?

Jazaakallahu khairan

(Disampaikan oleh Admin BiAS T09 G-42)


Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillaah

Kami dapati juga hadits yang serupa, tentang puasa Rabu-Kamis-Jumat dalam riwayat Al-Baihaqi :

Baca Juga:  Berziarah Ke Orangtua Sebelum Berangkat Haji

وأخرج البيهقي في الشعب، عن ابن عباس أنه كان يستحب أن يصوم الأربعاء والخميس والجمعة، ويخبر أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يأمر بصومهن، وأن يتصدق بما قل أو كثر، فإن لله الفضل الكثير

 

Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari sahabat Ibnu ‘Abbas bahwasanya disukai untuk berpuasa di hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Dikatakan bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk berpuasa di hari tersebut, lalu bersedekah sedikit atau banyak. Sejatinya bagi Alloh kemuliaan yang banyak. [HR Baihaqi 4/295] Namun sayang derajat hadits di atas ini lemah, ada rowi bernama Abdulloh bin Waqid yang dilemahkan oleh sebagian ulama.

BACA JUGA
Baca Juga:  Apakah Manhaj yang Lurus Berbanding dengan Keimanan?

Dan hadits yang menyerukan untuk puasa Rabu sampai Jumat ini memang tidak bisa dijadikan landasan, apalagi jika di-compare dengan puasa ayyamul bidh yang telah jelas ke-shohih-annya. Tetapi seruan untuk shodaqoh di hari Jumat tetap bisa menjadi dalil, dikarenakan adanya dalil penguat yang lain tentang keutamaan hari jumat.

Wallahu A’lam
Wabillahit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
👤 Ustadz Abu Rosyid Rosyidah حفظه الله تعالى
📆 Senin, 22 Sya’ban 1440 H / 29 April 2019 M

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Hadits 2010 - 2014, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2015 - 2019 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dynamic English Course (DEC) Pare Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kuliah Pra Nikah Naseeha Project
Back to top button