Apa Itu Hadits Taqririyah dan Contohnya

Apa Itu Hadits Taqririyah dan Contohnya

Apa Itu Hadits Taqririyah dan Contohnya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apa itu hadits taqririyah dan contohnya?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Izin bertanya ustadz, contoh hadist sunah taqririyah selain tayamum dan Makan daging dhab (kadal gurun), apa lagi ya ustadz?
Syukron

(Disampaikan oleh Fulan, anggota grup BiAS dari Mimika Papua)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Kita mulai dulu dengan pengertian Taqriri, yakni segala perkataan dan perbuatan Sahabat yang diketahui oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, lalu disetujui atau diluruskan oleh Beliau.
Singkatnya segala sesuatu yang telah mendapat legitimasi atau pengesahan dari Nabi, sehingga sesuatu yang sebelumnya bukan bagian dari syariat akhirnya menjadi syariat karena Taqrir dari Beliau sholallohu ‘alaihi wasallam.

Jika dibandingkan dengan Sunnah Qouliyah dan Fi’liyah memang jumlah Sunnah Taqririyah lebih sedikit, namun beberapa diantaranya justru termasuk dalam perkara penting yang memiliki ganjaran besar atau hal terapan yang banyak kita jumpai di kehidupan sehari-hari.
Contoh selain Tayammum dan memakan Dhob yang bisa kita jumpai adalah Sholat Sunnah Syukril Wudhu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلَالٍ عِنْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الْإِسْلَامِ فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ قَالَ مَا عَمِلْتُ عَمَلًا أَرْجَى عِنْدِي أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُورًا فِي سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ إِلَّا صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُورِ مَا كُتِبَ لِي أَنْ أُصَلِّيَ

Dari Abu Huroiroh rodhiallohu ‘anhu bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam berkata, kepada Bilal rodhiallohu ‘anhu ketika sholat Fajar (Subuh): “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang paling utama yang sudah kamu amalkan dalam Islam, sebab aku mendengar di hadapanku suara sandalmu dalam surga.
Bilal berkata; “Tidak ada amal yang utama yang aku sudah amalkan kecuali bahwa jika aku bersuci (berwudhu’) pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu sholat dengan wudhu’ tersebut disamping sholat wajib
[HR Bukhori 1081]

Contoh lainnya dalam hal keutamaan menafkahi dan mendidik anak

أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ
جَاءَتْنِي امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ تَسْأَلُنِي فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ مَنْ يَلِي مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ شَيْئًا فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنْ النَّارِ

Bahwa Aisyah isteri Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam telah menceritakan kepadanya; “Seorang wanita bersama dua anaknya pernah datang kepadaku, dia meminta (makanan) kepadaku, namun aku tidak memiliki sesuatu yang dapat dimakan melainkan satu buah kurma, kemudian aku memberikan kepadanya dan membagi untuk kedua anaknya, setelah itu wanita tersebut berdiri dan beranjak keluar, tiba-tiba Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam datang dan aku pun memberitahukan peristiwa yang baru aku alami, beliau bersabda: “Barangsiapa yang diuji sesuatu karena anak-anak perempuannya lalu ia berlaku baik terhadap mereka maka mereka akan melindunginya dari api neraka”
[HR Bukhori 5536]

Dalam hal jual beli juga ada Taqrir dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

عَنِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنَّا نَشْتَرِي الطَّعَامَ مِنَ الرُّكْبَانِ جِزَافًا فَنَهَانَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ نَبِيْعَهُ حَتَّى نَنْقُلَهُ مِنْ مَكَانِهِ

Dari Abdulloh bin Umar, dia berkata, “Dahulu kami (para sahabat) membeli makanan secara taksiran, maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam melarang kami menjual lagi sampai kami memindahkannya dari tempat belinya”
[HR Muslim 1526]

Begitu juga dalam hal kasih sayang terhadap anak

قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسًا فَقَالَ الْأَقْرَعُ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

“Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam pernah mencium Al Hasan bin Ali sedangkan disamping beliau ada Al Aqro’ bin Habis At Tamimi sedang duduk.
Lalu Aqro’ berkata; “Sejatinya aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium mereka sekali pun.”
Maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam memandangnya dan bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi maka ia tidak akan dikasihi”
[HR Bukhori 5538]

Dan lain sebagainya yang tidak bisa kita nukilkan satu persatu, intinya bukan pada contoh tapi pada validitas Hadist, jika haditsnya shohih yang berasal dari interaksi Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam dengan para sahabat, lalu muncul sikap, tanggapan atau komentar, maka wajib bagi kita menerimanya dan menjadikannya sebagai sandaran.

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 05 Sya’ban 1441 H/ 30 Maret 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS