Apa itu Definisi Hukum Makruh

Apa itu Definisi Hukum Makruh

Apa itu Definisi Hukum Makruh

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan Ustadz,
Apakah definisi dari makruh? Mohon penjelasannya

Jazakallahu khairan atas penjelasannya Ustadz

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T07 G-99


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāh rabbil ālamīn. Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan.

Makruh secara bahasa artinya sesuatu yang dibenci. Allāh  ﷻ berfirman :

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah membenci keberangkatan mereka, maka Allāh  ﷻ melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka : “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”.

[QS At-Taubah : 46]

Sedangkan secara istilah makruh adalah :

ما نهى عنه الشارع لا على وجه الإلزام بالترك

“Apa-apa yang dilarang oleh pembuat syariat (Allāh ﷻ) akan tetapi tidak diharuskan untuk ditinggalkan sama sekali.” [Asy-Syarhul Kabir Li Mukhtasharil Ushul : 119]

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan definisi dengan redaksi lain berliau berkata :

المكروه عند أهل العلم هو: الذي ينبغي تركه، ولكن لا يأثم من فعله، لكن يكره فعله، مثل التحدث بعد العشاء، في غير العلم وغير الأمور الضرورية؛ لأنه قد يشغل عن صلاة الفريضة قد يسبب السهر، كان النبي يكره النوم قبلها والحديث بعدها عليه الصلاة والسلام مثل كثرة الحديث في المساجد في أمور الدنيا مكروه وليس محرم، مثل القيل والقال الذي: ليس فيه فائدة مكروه.

“Makruh menurut para ahli ilmu adalah sesuatu yang selayaknya ditinggalkan akan tetapi pelakunya tidak mendapatkan dosa, namun perbuatan itu dibenci. Seperti ngobrol setelah shalat isya’ membicarakan sesuatu yang bukan ilmu dan bukan sesuatu yang darurat.

Karena hal itu kadang melalaikan seseorang dari melaksanakan shalat malam dikarenakan begadang.

“Adalah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membenci ngobrol sebelum isya dan setelah isya’.”

Seperti banyak bicara di masjid tentang hal-hal keduniaan ini makruh dan tidak haram. Seperti juga ucapan katanya dan katanya yang tidak membawa manfaat apa-apa, ini juga makruh.”

[Fatawa Syaikh Bin Baz no. 7265]

Semoga bermanfaat, wa akhiru da’wanā anilhamdulillāhi  rabbil ālamin

Wallāhu a’lam
Wabillāhittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
📆 Kamis, 14 Rabi’ul Awwal 1440 H / 22 November 2018 M

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS