Apa Boleh Merutinkan Sholat Taubat Setiap Hari?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apakah boleh merutinkan sholat taubat setiap hari?
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga. Saya mau bertanya ustadz.

Izin bertanya ustadz, apakah boleh merutinkan sholat taubat setiap hari, karna mengingat dosa-dosa yang dilakukan di waktu yang lalu?
Jazaakallahu khairan wa fiik barakalloh ustadz

(Disampaikan oleh Fulan, sahabat belajar grup WA Bimbingan Islam – BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Ada pertanyaan yang hampir serupa pernah diutarakan kepada mufti saudi arabia yang lalu, syaikh Abdul Aziz ibnu Baz rohimahullah, bunyinya demikian:

Baca Juga:  Hukum Menjalankan Puasa Mutih

Penanya: wahai syaikh yang mulia, aku melakukan sholat taubat dua rakaat setiap malam sebelum tidur atas dosa yang aku lakukan, saya memohon ampun kepada Allah dan saya berdoa pada-Nya untuk mengampuni setiap kesalahanku, apakah perbuatan saya ini benar ataukah salah wahai syaikh?

الجواب: هذا طيب، هذا عمل طيب ومن أسباب التوبة. نعم، وسواء في آخر الليل أو في وسط الليل أو في الضحى أو في الظهر أو في أي وقت غير أوقات النهي، نعم
هي هذه، كما رواها علي بن أبي طالب أمير المؤمنين عن الصديق أبي بكر ، عن النبي ﷺ أنه قال: (ما من عبد يتطهر فيحسن الطهور ثم يصلي ركعتين ثم يتوب إلى الله من ذنب إلا غفر الله له)

Syaikh menjawab:
Ini bagus, perbuatan yang bagus, dan bisa menjadi sebab taubat, boleh dilakukan di akhir malam, atau pertengahannya, atau di kala dhuha, waktu dhuhur, atau di waktu kapan saja selain waktu-waktu terlarang untuk sholat.
Sholat ini seperti yang diriwayatkan oleh Ali bin abi thalib amirul mukminin dari Abu bakr al-Shiddiq, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda:
“Tidaklah ada seorang hamba yang bersuci dengan memperbagus thaharahnya, kemudian ia melakukan solat dua rakaat, kemudian bertaubat kepada Allah atas dosa yang ia lakukan, melainkan Allah pasti akan mengampuninya”.

Baca Juga:  Antara Takdir Kauniyah Dan Zhan Ilmu

Demikian jawaban syaikh, bisa dilihat di link berikut: Fatwa Syaikh bin Baz

Jadi, selagi ada dosa yang dilakukan, maka itu menjadi faktor bolehnya seseorang melakukan solat taubat. Dan dalam fatwa di atas Syaikh Bin baz membolehkan dan membenarkan apa yang disampaikan oleh penanya, semoga Allah mengampuni dan menerima taubat kita semua, Wallahu a’lam.

Wallahu a’lam

Dijawab oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Jum’at, 10 Jumadil Ula 1442 H/ 25 Desember 2020 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله 
klik disini

Baca Juga:  Ibu Mandi Bareng Bayi Laki-Laki