Apa Boleh Menjual Rumah Kepada Orang Kafir bimbingan islam
Apa Boleh Menjual Rumah Kepada Orang Kafir bimbingan islam

Apa Boleh Menjual Rumah Kepada Orang Kafir?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki adab dan akhlak yang luhur berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang apa boleh menjual rumah kepada orang kafir?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Ustadz izin bertanya. Apakah boleh menjual rumah untuk orang kafir?

(Disampaikan oleh Fulanah, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Hukum asal jual beli itu adalah boleh, maka menjual rumah kepada orang kafir juga boleh. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat juga bermuamalah sosial, jual beli dengan orang-orang kafir.

Akan lain soalnya jika ditimbang dengan asas maslahat dan mudharat, maka seorang penjual juga punya pandangan yang menyeluruh dalam masalah apa yang dia jual, kepada siapa, digunakan untuk apa, jika hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dimana boleh jadi rumah itu misalkan terletak di kawasan 100 % perumahan muslim.
Apakah mempunyai dampak signifikan atau biasa saja? apakah berbahaya untuk lingkungan tempat tinggal atau tidak?
Semisal akan digunakan sebagai gereja atau semisalnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah membuat analogi tentang sehelai pakaian, beliau berkata:

وكل لباس يغلب على الظن أن يستعان بلبسه على معصية فلا يجوز بيعه وخياطته لمن يستعين به على المعصية والظلم … وكذلك كل مباح في الأصل ، علم أنه يستعان به على معصية

“Setiap pakaian yang menurut perkiraan kuat akan dipakai untuk maksiat, maka tidak boleh dijual kepadanya dan dijahitkan untuknya ketika digunakan untuk maksiat dan kezaliman. Demikian pula sesuatu yang asalnya mubah, namun diketahui akan digunakan untuk maksiat (juga tidak diperbolehkan).”
(lihat kitab Syarhul Umdah, 4/386).

Jika kita tidak mengetahui maslahat dan mudharat akibat menjual rumah ini kepada orang kafir, maka kembali ke hukum asal, yaitu boleh dan sah-sah saja.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 25 Shafar 1442 H / 13 oktober 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini