Konsultasi

Anda Futur? Ini Nasihat Dalam Menuntut Ilmu Agama

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Anda Futur? Ini Nasihat Dalam Menuntut Ilmu Agama

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Anda Futur? Ini Nasihat Dalam Menuntut Ilmu Agama. selamat membaca.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ahsanallahu ilaykum, Ustadz.. Semoga Ustadz sekeluarga beserta Tim Mahad BIAS dalam keadaan sehat dan keberkahan. ‘afwan Ustadz izin bertanya mohon nasihatnya, jika seseorang mengikuti pembelajaran namun sulit sekali untuk bersungguh-sungguh karena ada hal lain yg harus dikerjakan hingga akhirnya lalai. Hal apa yg harus dilakukan.. Mohon nasihatnya, Ustadz.. Jazaakallah khairaa wa barakallahu fiyk Ustadz.

Ditanyakan oleh Santri Mahad Bimbingan Islam


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmamtullah wabarokatuh

Aamiin, semoga Allah juga berikan kebahagiaan kepada anda dan kita semua.

Dalam belajar dan menuntut ilmu tentunya tidak mudah untuk menjalankannya, ada banyak halangan dan godaan yang biasa dihadapi oleh para penuntut ilmu.

Diantaranya dalam naik turunnya semangat dalam niat dan usaha yang menyertainya, bahkan tidak jarang seseorang terkalahkan dan gagal dibuatnya. Namun semestinya bagi seseorang yang mempunyai semangat baja dan visi yang baik, ia tidak akan menyerah ketika ada sedikit kegagalan yang dirasakan.

Kesalahan sekali atau bahkan berkali-kali ketika dihampiri rasa lemah/futur maka tidak akan menyurutkan langkahnya untuk mencari ridha Allah.

Yang terpenting adalah kita selalu berusaha mengevaluasi setiap langkah yang telah dilakukan,mencari sebab dan factor yang melemahkan. Sambil terus merencakan solusi dan langkah memperkuat diri dan tidak mudah berputus asa dari setiap kelemahan.

Dekatilah para ulama atau penuntut ilmu untuk menjaga niat dan misi atau dengan membaca sirah para ulama dalam belajar, untuk memelihara semangat dan menjauhkan dari kefuturan, yang paling utama dan harus terus dilakukan adalah banyak berdoa untuk terus dimapankan dalam melangkah dan diberikan kekuatan dalam melalui setiap ujian yang melanda.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat).” (HR. Muslim no. 2664).

Imam Nawawi mengatakan tentang hadits di atas, “Bersemangatlah dalam melakukan ketaatan pada Allah, selalu berharaplah pada Allah dan carilah dengan meminta tolong pada-Nya. Jangan patah semangat, yaitu jangan malas dalam melakukan ketaatan dan jangan lemah dari mencari pertolongan.” (Syarh Shahih Muslim, 16: 194).

Ibnu ‘Aqil ketika usianya mencapai 80 tahun, ia bersenandung:

Semangatku tidaklah luntur di masa tuaku,

Begitu pula semangatku dalam ibadah tidaklah usang.

Walau terdapat uban di rambut kepalaku, namun tidak melunturkan semangatku.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk terus semangat dalam belajar.

*** 

Lihat pula bagaimana semangat Al Khotib Al Baghdadi ketika membaca kitab Shahih Al Bukhari hingga tuntas pada gurunya Isma’il Al Hiriy dalam tiga kali majelis. Bagaimana majelis tersebut?

Majelis pertama dan kedua dibacakan kitab shahih tersebut mulai dari Maghrib hingga Shubuh. Majelis ketiga, shahih Bukhari dibacakan dari waktu Dhuha hingga Maghrib dan dilanjutkan terus hingga terbit fajar Shubuh.

Lihat pula semangatnya Abu Muhammad bin At Tabban dalam awal-awal belajar. Ia ketika itu belajar dalam seluruh malam. Karena begitu sayang, ibunya sampai melarang ia membaca di malam hari seperti itu.

Caranya agar bisa terus belajar, Abu Muhammad mengambil lampu dan diletakkan di bawah baskom sehingga dikira dirinya sudah tidur. Jika ibunya telah tidur, ia mengambil kembali lampu tersebut dan ia melanjutkan belajarnya di malam hari. (Ta’zhimul ‘Ilmi karya guru kami Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi, hal. 14-16).

Karenanya, mengulangi bacaan atau mengulangi proses bukanlah hal yang nista, bahkan itu kebiasaan para ulama dalam menuntut ilmu. Bahkan dengan ilmu/kitab yang pernah dipelajari pun mereka terus mengulang-ngulangnya, tidak cukup sekali atau dua kali.

Duduklah dimajlis ilmu jangan merasa kenyang dengan apa yang pernah didengar, karena setiap pengulangan yang dilakukan akan selalu ada faidah dan pahala yang akan didapatkan.

Jika waktu dirasa kurang dan tidak bisa mengaturnya, tetap bersemangatlah untuk memilih prioritas pekerjaan yang harus dilakukan, yakinkan diri bahwa belajar jauh lebih utama dari urusan lain yang bisa ditunda.

Dengan ini semua kita ingin meyakinkan bahwa kehidupan kita nantinya bahkan sampai akhir hayat nanti adalah kita masih diberikan hidayah untuk tetap dalam proses mencari ilmu, berharap Allah memudahkan jalan kita semua menuju surgaNya. Aamiin.

Wallahhu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله

Senin, 6 Sya’ban 1444H / 27 Februari 2023 M 


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button