Al-Fiqhu Fiddin

Al-Fiqhu Fiddin

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Saudaraku yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, jika kita ditanya: Apakah perbedaan antara manusia dengan hewan? Niscaya jawaban terbaiknya adalah iman dan amal sholeh.

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang, dan nerakalah tempat tinggal mereka.” (QS Muhammad 12)

Saudaraku, yakinlah bahwa hanya iman dan amal sholeh lah yang menjadi pembeda hakiki antara manusia dan binatang ternak, keduanya tidak akan dapat dicapai melainkan dengan ilmu dan pemahaman atau yang sering disebut dengan al fiqhu.
Alloh Jalla wa ‘Alaa berfirman;

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata, (tetapi ) tidak dipergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS Al A’raf 179)

Demikianlah kedudukan dari al fiqhu fiddin, bila kita ingin menjaga martabat dan kemuliaan sebagai umat manusia, maka kita harus tafaqquh fiddin (memahami dan mendalami, serta mengamalkan aturan agama). Karena jika tidak maka martabat kita yang turun, dan kita hanya menjadi budak dunia yang senantiasa menderita.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

TAUSIYAH
Bimbinganislam.com
Jumat, 21 Ramadhan 1438H / 16 Juni 2017M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS