Fiqih

Adzan Untuk Mengusir Setan

Adzan Untuk Mengusir Setan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Adzan Untuk Mengusir Setan, selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaykum warahmatullah ustadz. Izin bertanya.

Kalo adzan ketika mau shalat setan kan lari. Apakah berlaku juga adzan di luar shalat?

Jazakallahu khairan ustadz.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Grup Whatsapp Bimbingan Islam)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Sebagian ulama menyatakan bolehnya hal tersebut yaitu mengumandangkan adzan untuk mengusir syaithan dan mengumandangkan adzan untuk orang yang kesurupan atau untuk beberapa tujuan lain di luar waktu shalat. Disebutkan dalam salah satu redaksi fatwa:

فقد صح عن النبي صلى الله عليه وسلم أن الشيطان يفر عند سماع صوت المؤذن وله ضراط، فعن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذا نودي للصلاة أدبر الشيطان وله ضراط؛ حتى لا يسمع التأذين، فإذا قضي النداء أقبل, حتى إذا ثوب بالصلاة أدبر، حتى إذا قضي التثويب أقبل، حتى يخطر بين المرء ونفسه، يقول: اذكر كذا، اذكر كذا، لما لم يكن يذكر، حتى يظل الرجل لا يدري كم صلى. متفق عليه .

وهذا الحديث ورد في أذان الصلاة، وقد ذكر بعض أهل العلم ما يدل على مشروعية الأذان لطرد الشيطان في غير وقت الصلاة، قال الهيتمي في التحفة: قد يسن الأذان لغير الصلاة كما في أذان المولود, والمهموم, والمصروع, والغضبان، ومن ساء خلقه من إنسان, أو بهيمة، وعند مزدحم الجيش، وعند الحريق

“Telah shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa syaithan lari sambil buang angin saat mendengar suara muadzin. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, ‘Ingatlah ini dan itu’. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.” (Muttafaqun Alaih).

‘Dalam hadits ini tersebut dalam konteks adzan shalat. Dan sebagian para ahli ilmu menyebutkan adanya alasan yang menunjukan pensyariatan adzan untuk mengusir syaithan di luar waktu shalat. Imam Al Haitami menyatakan di dalam kitab At Tuhfah ;

‘Disunnahkan adzan pada waktu selain shalat seperti adzan untuk bayi, orang yang sedih, oramg kesurupan, orang yang emosi, orang yang buruk akhlaknya. Dan adzan di tengah para tentara, ketika terjadi kebakaran.”

(Fatawa Islamweb no. 286717).

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Jumat, 30 Rabiul Awal 1443 H/ 5 November 2021 M


Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله klik disini

Baca Juga :  Cara Menghilangkan Was-was Ketika Shalat Atau Wudhu

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button